New Release Book
SPIRITUAL
BISNIS
ANTI VIRUS TERBAIK
SOLUSI WEBSITE
MEDIA
ALAT PERMAINAN PERENCANAAN KEUANGAN
SPESIALIS KOMUNITAS
MEMAHAMI KUADRAN KEKAYAAN SEJATI
By Hari ‘Soul’ Putra
(Soul Motivator, CEO Sa’i Center & Praktisi P3K)
Ketika Robert T Kiyosaki meluncurkan buku fenomenal Cash Flow Quadran dekade tahun 90-an, semua mata di dunia seperti terbelalak, terkena sindrom wirausaha. Di buku tersebut di ceritakan tentang pembagian cara orang mencari uang, di kuadran kiri ada kategori employee (karyawan) seperti PNS, karyawan swasta dan self employee (profesional) seperti dokter, pengacara dan notaris, dimana secara garis besar merekalah yang mengejar uang, sementara di kuadran kanan kategori business (bisnis) seperti pemilik korporasi raksasa yang sudah jalan sendiri dan pemilik sistem franchise /waralaba dan kategori investor (orang yang sudah punyak kekayaan berlimpah dengan aset lebih besar dari liabilitinya serta menginvestasikan uangnya buat lebih kaya lagi) seperti pemilik saham, properti dan lain – lain, secara garis besar, kelompok ini yang di kejar oleh uang.
Sekarang bandingkan dengan kuadran yang saya kemukakan di bawah ini :
Pertama , kuadran kiri atas orang yang tidak diberi harta dan ilmu dan berbuat kejahatan di muka bumi .
Tipe manusia seperti ini, merupakan tipe orang yang benar – benar pembuat bencana. Dibilang kaya bukan, di bilang punya ilmu juga tidak, bukannya memperbaiki diri tetapi malah mengajak orang lain untuk rusak dan berbuat maksiat baik kepada Allah SWT ataupun kepada manusia.
Dalam suatu hadits populer dikatakan, “Jika meninggal anak Adam, maka terputus semuanya kecuali 3 hal : Sadakah jariyah (punya harta), ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh/shalehah yang mendo’akan ibu bapaknya.” Secara tegas dikatakan pada hadits tersebut, harta, ilmu dan anak. Jika punya harta, maka berbagilah buat sesama, jika punya ilmu berilah kepada yang membutuhkan, jika memiliki amanah anak, maka didiklah agar menjadi orang yang berguna. Jika kita masuk kategori ini maka, taubat merupakan satu – satunya jalan untuk kembali ke jalan yang benar.
Kedua , kuadran kiri bawah orang yang diberi harta tetapi tidak memiliki ilmu .
Tipe manusia seperti ini memiliki kemungkinan untuk beramal dengan harta yang dipunyainya. Jika dia bisa membelanjakan hartanya untuk menuntut ilmu, maka dia akan menjadi hamba yang bersungguh – sungguh buat kemaslahatan manusia. Tetapi jika dia tidak dibarengi dengan ilmu, maka hanya menunggu kehancuran diri disebabkan harta yang dia punyai. Pada kuadran ke dua ini, kemungkinan tersesat dan mulia menjadi 50 : 50. Semuanya itu tergantung pada diri masing – masing.
Ketiga , kuadran kanan bawah orang yang tidak diberi harta dan ilmu, tetapi diberi kesehatan .
Tipe manusia seperti ini, tipe yang umum dimiliki oleh manusia. Tidak punya ilmu, tidak punya harta, tetapi diberi kesempatan kesehatan umur panjang. Jika diberi kesempatan umur panjang, melakukan amalan, baik buat penghidupan di dunia maupun untuk tujuan di akhirat.
Kesempatan amalan terbaik bisa dilakukan, karena berprinsip jangan menunggu kaya baru bersedekah, tetapi bersedekahlah dengan apa yang ada, maka dia akan menjadi kaya. Begitupun dengan ilmu, jangan menunggu punya ilmu baru berbagi, tetapi berbagilah, maka secara perlahan – lahan, dia akan memiliki ilmu yang banyak.
Karena berpengang pada keutamaan tindakan, jika menunggu kaya, iya kalau mendapat kekayaan, jika menunggu punya ilmu, iya kalau mendapatkan ilmu. Sehingga yang bisa dilakukan pada tipe manusia ini adalah fastabiqul khairat , berlomba – lomba dalam berbuat kebajikan. Artinya dia akan kaya terhadap amal shaleh.
Keempat , kuadran kanan atas orang yang diberi harta dan ilmu .
Tipe manusia seperti ini, merupakan tipe manusia ideal, dimana dia diberikan harta dan ilmu dan bersyukur lalu membagi – bagikan harta dan ilmunya buat kemaslahatan bagi orang lain, sedangkan diberi ilmu, bukan untuk menggurui orang lain tetapi menjadi jembatan agar orang lain menjadi tahu, paham dan sadar dengan keilmuannya.
Banyak orang yang sekedar tahu sesuatu, lalu paham akan sesuatu itu tetapi belum sampai pada aksi kongkrit. Seperti komentator sepakbola Indonesia yang sedang mengomentari sepakbola liga premiere , Inggris. Dengan mudahnya mengatakan pemain di liga Inggris tidak becus dan tidak profesional, sementara jika dia diberi kesempatan menjadi pelatih tim kesebelasan Indonesia melawan tim kesebelasan Inggris, maka yang terjadi dipastikan dia akan mengundurkan diri karena kalah sebelum bertanding. Mereka para komentator tersebut, tahu ilmunya, paham aplikasinya di dalam pikiran mereka, tetapi untuk sampai pada sebuah kesadaran atau tingkatan eksekusi, belum bisa masuk kategori.
Disinilah peran mentor – mentor kehidupan untuk membawa seseorang ke dalam memahami kuadran kekayaan sejati, sehingga nantinya memberikan penyadaran untuk melakukan aksi kongkrit menuju cita – cita yang di idam – idamkan.
Terakhir, mari kita menciptakan pelaku – pelaku kuadran kekayaan sejati yang memiliki harta dan ilmu serta kesehatan dengan semakin memperbanyak kekayaan akan amal shaleh kita baik untuk kehidupan kita di dunia maupun di akhirat.
Wallahu ‘alam bissawab
Salam PETIGA KEHIDUPAN!
Http://www.p3kcheckup.com (Pembicara-Penulis-Pengembang Komunitas),
www.p3checkup.wordpress.com & di FB : petiga kehidupan Twitter : h4r1soulputra
NB: Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK dan BLOG Anda . Terima Kasih.
Info Buku :
1. 21 langkah menuju soul entrepreneur sejati, jalan menuju kaya 3 dimensi (Buku pertama dari 3logi P3K), P3K Check Up Publishing, Jakarta
2. 18 decision for soul theraphy (Seri buku kehidupan), P3K Check Up Publishing, Jakarta
Informasi produk dan pemesanan buku pada Petiga Karir dan bisnis sms center : 0815 1999 4916.
Copyright © 2012 SMCorp. · All Rights Reserved