RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

3 Alasan Fatal Kenapa Orang Tidak Mau Berinvestasi

image

Oleh : Hari Soul Putra

Investasi itu sesuatu yang lazim di masyarakat kita, walau pemaknaannya berbeda.

Zaman dulu, nenek moyang kita sudah mengenal perbedaan antara Simpanan, Tabungan dan Investasi dalam perspektif cara menyimpan.

Misalnya ketika mereka bercocok tanam, saat itu sebenarnya mereka lagi berinvestasi terkait pengelolaan tanah yang mereka miliki.

Kita ambil contoh berinvestasi di tanaman padi.

Hasilnya ada yang mereka makan, sebagian di tabung dalam bumbung di depan rumah dan lainnya di letakkan dalam gudang.

Tidak secara presisi BERTUMBUH memang, tetapi paling tidak dalam horizon waktu, jangka pendek, menengah dan panjang mereka melakukannya.

 

7 tahun masa Paceklik

Bahkan dalam Sejarah Nabi Yusuf AS, beliau membagi 7 tahun masa menanam, 7 tahun masa paceklik dan 7 tahun masa panen yang melimpah, lalu melakukan Manajemen Pembagian Makanan agar kerajaannya bisa survive ketika dilanda bencana.

Zaman berubah, uang bertransformasi dari barter ke emas dan perak terakhir menjadi uang kertas dan uang elektronik seperti yang kita transaksikan sehari-hari.

Lalu kita mulai dikenalkan dengan konsep Menabung Uang di Bank.

Dan akhirnya di era modern ini ada Konsep Pasar Modal yang siapapun bisa berinvestasi disana.

Pertanyaan mendasarnya adalah kenapa orang tidak mau berinvestasi?

Padahal dalam keseharian kita, kita lihat berapa banyak para senior kita yang ketika masa pensiun tiba, tidak siap secara mental dan keuangan.

 

Berikut 3 alasan kenapa orang tidak mau berinvestasi.

 

1. Tidak tahu apa itu investasi

Investasi adalah menyisihkan sebagian uang atau harta kita buat masa depan dan BERTUMBUH.

Karena prosesnya lama dan nanti baru bisa di gunakan, sehingga banyak yang mengabaikan.

Padahal ada sebuah masa yang kita tidak pernah tahu kejadiannya, yakni masa depan.

Bisa jadi hari ini kita baik-baik saja dari sisi keuangan, besok atau lusa kondisi baik tersebut tidak bisa kita nikmati lagi.

Otomatis, ketika masa itu tiba kita harus melakukan persiapan lewat investasi dan proteksi keuangan kita.

 

2. Tidak tahu tujuan berinvestasi

Karena tidak tahu apa itu investasi berimbas pada sarana mencapai tujuan tersebut.

Padahal setiap melakukan investasi kita harus mulai dari pertanyaan, tujuan kita apa?

Ibaratnya jika saya ingin pergi dari Jakarta ke Surabaya, maka ujung perjalanan saya adalah kota Surabaya.

Sama seperti investasi, jika kita ingin berinvestasi tetapkan dulu tujuan kita berinvestasi.

Misalnya ingin punya dana pendidikan, ingin punya rumah, ingin punya dana pensiun, agar bisa jalan-jalan ke Amerika, ingin umroh/haji atau berwisata spiritual sesuai keyakinan kita masing-masing, dan lain-lain.

Setelah tahu ujung kita berinvestasi, baru buat strategi cara mencapainya.

Apakah saja kendaraan investasi itu yang disesuaikan dengan profil risiko kita masing-masing.

 

3. Tidak ada dana buat berinvestasi

Bagi yang sudah berpenghasilan tentu pernah pegang uang 'besar' minimal besar dibandingkan dengan orang yang tidak punya uang.

Misalnya kita punya gaji UMR, katakanlah 3jt maka saat itu sebenarnya kita punya uang 'besar' dan tinggal kita alokasikan.

Begitu kita hitung, uang tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan kita.

Bahkan defisit, karena besar pasak dari pada tiangnya.

Disinilah psikologis orang yang berinvestasi mengeluh "Boro-boro melakukan investasi, untuk bayar cicilan ini itu saja masih suka kurang"....

Akhirnya setiap bulan, selalu tidak bisa buat berinvestasi dikarenakan tidak ada dananya.

Harusnya kita balikin cara berfikirnya, jika tidak ada dana investasi harusnya kita berusaha dan berikhtiar lebih keras lagi agar ada dana buat investasi tersebut.

Awalnya mungkin merasa di paksa oleh keadaan, lama-lama jadi terpaksa dan akhirnya akan jadi terbiasa.

Dan saat itu, yang awalnya sulit menjadi habit.

Yuk mulai berinvestasi!

 

Salah satu dari Ilmu Praktek 6 Tahun Mendampingi Mentor Saya yang saya jalani untuk bisa mengubah Kehidupan Keuangan saya adalah Praktek Ilmu Public Speaking. Jika Anda tertarik Belajar Ilmu tersebut Anda bisa Praktekkan Step by Step dari The Secret of Public Speaking Mastery Book.  Untuk detail informasinya bisa buka disini.

 

Wallahu'alam....

 

Hari 'Soul' Putra

Managing Director WealthFlow 19 Technology


Thu, 28 Jan 2021 @13:38

Copyright © 2021 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved