RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Menyongsong Perbaikan Keuangan Diri dan Usaha menuju Perubahan 2021 (Bagian 1)

image

Oleh : Hari Soul Putra

Tiba-tiba kita masuk Era Pandemi Covid 19 di bulan Maret 2020, tidak ada yang benar-benar siap secara mental dan keuangan.

Hanya orang-orang yang hidup di dunia shadow yang mungkin 'melihat' fenomena mendadak ini.

Itupun mungkin mereka tidak 100% bisa mengantisipasinya.

Adapun model-model virus terdahulu seperti Pandemi SARS dan lain-lain, tapi tidak semasif dan secepat ini penularannya.

Tahu-tahu kita sudah di penghujung tahun, dimana vaksin yang kita harapkan belum bisa kita nikmati semestinya, minimal setelah tulisan ini terbit.

Semuanya masih berproses layaknya putaran jarum jam yang mendekati titik harapan (HOPE).

Lantas bagaimana dengan Kondisi Mental, Keuangan dan Spiritual kita menghadapinya, paling tidak ada Perbaikan Keuangan Diri dan Usaha menuju Perubahan di tahun 2021 yang tinggal beberapa hari lagi.

 

Model Kübler-Ross

Salah satu pendekatan paling populer dari Manajemen Perubahan adalah Model Kübler-Ross, yang juga dikenal dengan sebutan Lima Tahapan Kedukaan (The Five Stages of Grief).

Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Elisabeth Kübler-Ross pada bukunya yang diterbitkan tahun 1969, On Death and Dying.

Jika kita buat sebuah kurva, dimana sumbu X Vertikal-nya adalah Energy dan sumbu Y Horizontal-nya adalah Time dimana di tengah-tengahnya di pisahkan Emotional Respon, untuk bagian atasnya ada active/external dan bagian bawahnya passive/internal, maka ketika terjadi sebuah guncangan/shock, semua orang cenderung untuk Denial/menyangkal.

Dalam Pendekatan Motivasi Keuangan, biasanya mereka yang masih punya tabungan, dana darurat dan aset cenderung 'merasa aman' karena masih ada yang bisa jadi pegangan.

Jikapun harus kehilangan uang karena Mantab (Makan Tabungan), biasanya masih ada Madar (Makan Dana darurat) yang biasanya berkisar antara 3-6 bulan.

Harapannya, setelah 6 bulan, badai Covid 19 sudah mereda dan kita bisa kembali ke kondisi normal layaknya waktu sebelum pandemi, tetapi faktanya di bulan Oktober 2020, muncul varian baru dari Covid 19 yang merupakan mutasi dari versi 2 dan 3 nya.

Otomatis, di suasana yang serba terbatas dari pergerakan karir dan bisnis kita, dari Madar sudah mulai Maset (Makan Aset).

Aset guna pakai seperti motor, mobil rumah dan lain-lain biasanya di lego dengan harga di bawah harga pasar, asal mendapatkan cash.

Baru setelah itu Matang (Makan Utang) yang akhirnya kembali ke kehidupan semula, gali lubang tutup lubang dan terperosok ke lembah utang berkepanjangan.

Itulah flow dari perjalanan keuangan seseorang dari Mantab-Madar-Maset-Matang.

Itu saja jika kita punya pola pengelolaan keuangan yang baik, bagaimana jika begitu Pandemi Covid 19 kita sudah di fase Matang?

Maka Model Kübler-Ross, yang juga dikenal dengan sebutan Lima Tahapan Kedukaan (The Five Stages of Grief) tentu tidak berlaku karena begitu Shock langsung Depression.

Tapi jika kita mengikuti polanya Dr. Elisabeth Kübler-Ross, maka setelah Denial (sangkal), kita akan Anger (marah), lalu Bargaining (tawar menawar), Depression (ketertekanan yang mendalam) dan akhirnya Acceptance (menerima).

Padahal bisa jadi, setelah Depression yang terjadi malah Stroke dan  Stop alias meninggal dunia.

Polanya menjadi Shock-Stress-Stroke-Stop jika kita tidak kuat menahan beratnya beban kehidupan, tapi bisa juga di rubah menjadi Shock-Stress-Search-Safe yang berarti kita bisa lebih besar dari masalah kita.

Disinilah peran Ilmu Motivasi Keuangan yang ketika Depression, harusnya melakukan Emptiness, mengNOLkan diri kita di hadapan Tuhan YME, Allah SWT.

Dalam bahasa Spiritualnya kami sebut Ridho.

Apa itu Ridho?

Ridho adalah ketika kita bersungguh-sungguh dalam Sabar, Ikhlash terkait Tauhid untuk mengagungkan Allah SWT dan Menerima apapun bentuk keputusan yang Allah SWT timpakan kepada kita.

Dengan semangat keridhoan inilah, Insya Allah kita bisa menerima (acceptance) dalam irama BDK (Berdamai Dengan Keadaan) yang setelah itu kita bisa Move On, Re-Learn dan akhirnya Collabs alias kolaborasi mencari solusi bersama.

Kita lanjut Bagian 2 ya

Wallahu'alam....

 

Hari 'Soul' Putra

Managing Director WealthFlow 19 Technology

Mon, 28 Dec 2020 @08:57

Copyright © 2021 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved