RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Sukses Finansial buat Para Milenial paska Covid 19

image

Covid 19 telah merubah cara kita bermain (playing), juga cara kita hidup (living) dan cara kita berinvestasi (investing).

Entah kita Generasi Kolonial (Baby Boomers &  X) maupun Generasi Milenial (Y & Z), posisi kita hari ini sama dan sederajat.

Sama-sama Cinta Dunia dan Takut Mati.

Mari kita bahas satu persatu sembari menikmati Teh Kehidupan dalam Masa PSBB (Protokol Sejahtera Barokah Bahagia).

 

Playing

Playing dipahami sebagai sebuah keinginan semata.

YOLO merupakan singkatan dari “You Only Live Once”: Manusia hanya hidup sekali, karena itu nikmatilah hidup saat ini juga.

Menikmati hidup dalam Kesenangan dan Kepuasaan ala Generasi Milenial, seperti naik gunung, liburan di pantai, berolahraga ekstrim, atau hura-hura bersama teman di kafe adalah beberapa aktivitas yang menjadi tujuan anak Milenial.

Begitu Pandemi Covid 19 menyerang, aktivitas seperti di atas menjadi sepi, bahkan hilang dari peredaran.

Semua takut, dan efeknya rumah kembali jadi tempat paling 'comfort' buat mengasingkan diri.

Playing saat Pandemi berlangsung di pahami hanya dari dunia virtual, misal ketemu teman lewat ViCon (Video Conference), bersosialisasi secara banyak orang via Zoom, Google Meet dll.

Bahkan menikah, wisuda, press release produk baru, semuanya serba online.

Aktifitas luar ruang seperti fase sebelum Pandemi, hanya jadi angan-angan, paling tidak hingga ditemukannya Vaksin atau melakukan Protokol Kesehatan.

Kalaupun New Normal sudah terjadi, cara Playing pun otomatis berubah.

Protokol Kesehatan adalah panduan jelas agar hidup kita tetap 'aman' dan TENANG.

Alokasi playing yang biasanya 20% dari pendapatan bulanan pun, dipangkas secara signifikan.

 

Living

Living dipahami sebagai sebuah kebutuhan sehari-hari dimana unsur Primer (dasar), sekunder (menengah) dan tersier (tinggi) diletakkan secara proporsional.

Ketika Pandemi Covid 19 kemaren, unsur tersier yang bagi beberapa orang tidak masuk akal secara harga, tetap di beli agar sehat.

Kesehatan menjadi sebuah harga mati ketika bicara kehidupan.

Bahkan seorang pengacara kondang yang punya ratusan ruko, tanah dimana-mana dengan kehidupan ala Jet set pun, menjadi lebih takut mati ketimbang saudara-saudara kita yang terdampak ekonominya.

Mereka walaupun takut, lebih takut keluarganya tidak makan ketimbang tidak sehat.

Jadi alokasi living yang mencapai 50% pun, bisa jadi menurun karena tidak menggunakan transportasi, parkir mobil, makan di luar dan lain-lain.

Adapun bagi yang tidak sehat secara keuangan, dimana alokasi living melebihi 50%, misalnya 70% karena harus bayar cicilan utang semakin harus mengetatkan ikat pinggang keuangannya agar bisa tetap survive.

Dalam living, ini menjadi porsi terbesar semasa Pandemi Covid 19 dan di New Normal ERA.

 

Investing

Investing dipahami sebagai sebuah HARAPAN.

Tanpa harapan kita akan mati, pun begitu Pandemi ini selesai.

Kenapa kita masih bisa bertahan, karena kita masih ada harapan.

Harapan ketika usia sudah tidak lagi muda, produktivitas menurun tajam, Insya Allah income alias pendapatan masih tetap berjalan.

Tapi biasanya, Mentalitas ini jarang terjadi di generasi Milenial.

Karena Investasi itu butuh DISIPLIN dan KERJA KERAS.

Di mulai dari kebiasaan menabung, memproteksi diri dan keluarga hingga akhirnya punya Good Money Habit's yang sempurna.

Makanya jika kita lihat Kaum Milenial yang sukses, setelah mereka memiliki aset investasi, di luar aset guna pakai dan aset lancar, mereka menginvestasikan ulang hasil investasinya.

Alokasi investing yang biasanya 20% dari pendapatan bulanan pun, banyak yang dinaikkan karena ketidakpastian masa depan.

Dana darurat adalah fondasi dasar dalam menabung dan berinvestasi.

Ke depannya, Multi Stream of Income (MSI) menjadi sebuah hal yang jamak di era ketidakpastian seperti hari ini.

Bahkan selama Pandemi Covid 19 kemaren, Gaya Hidup baru MENOLONG sesama yang kurang beruntung semakin hidup dan berkembang.

Artinya porsi Giving atau Sedeqah mereka menjadi sebuah titik awal buat peduli, semoga ini menjadi Karakter Inti dari Generasi Milenial.

 

Wallahu'alam...

 

Hari 'Soul' Putra

Managing Director WealthFlow 19 Technology

Sun, 5 Jul 2020 @07:20

Copyright © 2020 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved