RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

5 Pattern Sukses Keuangan

image

 

 

 

 

 

 

 

 

Sukses Keuangan adalah Hak Semua Orang di Dunia ini (Financial Success is My Right). Karena Hidup Miskin adalah Taqdir, tetapi Mati Miskin adalah Pilihan.

Kita tidak pernah meminta dihadirkan di dunia dalam keadaan miskin, walau setiap orang menjalani taqdirnya masing-masing.

Tetapi untuk bab keuangan, semua orang punya pilihan, karena Rumus Sukses itu Iman (Yaqin) + Strategi.

Artinya Strategi juga harus dijalankan, karena tidak akan berubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau merubahnya.

Berikut 5 pattern atau pola sukses berulang agar kita sukses secara keuangan, yaitu :

 

1. Punyai Keterampilan

Setiap orang di dunia ini awalnya tidak tahu, lalu mulai mencari tahu, lalu berproses hingga paham dan akhirnya sadar, siapa dirinya dan akan kemana mereka melangkah.

Agar bisa survive, seseorang harus memiliki keterampilan, yang dengan keterampilan ini mereka bisa menghidupi dirinya sendiri secara mandiri, tanpa harus selalu tergantung pada orang lain.

Bahkan rekan-rekan kita yang difabelpun, banyak dari mereka yang mandiri secara keuangan dikarenakan mereka punya keterampilan.

Dengan adanya keterampilan, tinggal di asah hingga mencapai tingkat MASTERY alias expert di bidangnya.

Mastery itu berarti bersatunya Talent, Passion, dan Strength kita dalam waktu yang bersamaan.

Jika belum ahli, maka  tugas kita adalah bertanya dan belajar kepada yang lebih ahli hingga mencapai level mastery seperti minimal layaknnya mentor kita.

Maka Insya Allah kita akan menjadi Master of Money ketika punya keterampilan yang orang butuhkan.

 

2. Jadilah Magnet Uang

Prinsip utama energi adalah energi itu tidak bisa hilang, energi hanya berpindah tempat. 

Jika kita lihat krisis hari ini sebagai sebuah energi, sebenarnya krisis itu tidak benar-benar hilang, tapi hanya berpindah dalam bentuk dan tempat yang lain.

Contoh kejadian fenomena global krisis keuangan, ketika sebuah negara mengalami krisis, tentu ada negara lain yang panen, artinya energi itu hanya berubah bentuk saja.

Termasuk juga dengan uang, jika kita ibaratkan uang itu adalah angka 100, maka bisa jadi 20% dimiliki oleh orang kaya, dan 80% nya dimiliki orang-orang miskin.

Jikapun akhirnya, yang 80% kekayaan semuanya diberikan kepada orang miskin dan orang-orang kaya tersebut hanya mendapatkan sisanya 20%, dalam waktu yang relatif singkat, uang yang 80% tersebut akan kembali lagi ke mereka, orang-orang kaya yang 20% tadi.

Kenapa mereka bisa menjadi magnet (daya tarik) uang sementara sisanya tetap menjadi besi (daya tolak) uang?

Karena mereka punya Karakter atau Mentalitas Kaya dan tahu bagaimana caranya membangun kekayaaan.

Mungkin awalnya posisi mereka sama seperti 80% orang di dunia, menjadi besi uang, tetapi seiring perjalanan waktu, mereka mau berubah dan terus belajar, lama-lama uanglah yang mengejar mereka.

Jadi jika ingin menjadi magnet uang, jadilah layak secara kapasitas dan kapabilitas, baik dari segi Karakter, Kompetensi dan Kapital.

Karena dasarnya, semua orang memiliki kemampuan dasar yang sama, tetapi DAYA JUANGnya lah yang membuat mereka berubah.

Jika si miskin cenderung menghindari silaturrahim, sementara orang kaya selalu ingin melakukan silaturrahim dan berakhir ke sinergi, entah pemikiran, tenaga, bisnis dan lainnya.

Orang yang menjadi magnet uang adalah orang yang memiliki DISIPLIN dan AKUNTABILITAS dalam hidupnya, sehingga dengan disiplin dan akuntabiltas tersebut sudah membudaya dalam diri dan lingkungannya.

 

3. Pacu Kecerdasan Keuangan

Selain memiliki FI (Financial Intelligent) yang terus bertumbuh dalam praktek, orang kaya juga memiliki Rumus Kaya yakni Value (Nilai) X Leverage (Daya Ungkit).

Value adalah seberapa banyak  benefit yang bisa diberikan kepada orang lain, berbanding price/harga yang orang lain terima.

Semakin besar benefit, semakin besar juga nilai yang orang lain akan dapatkan.

Untuk benefit ini, bisa bemakna brand atau ikatan emosional yang telah kita bangun bertahun-tahun yang akhirnya menjadi intangible asset.

Inti dari value adalah TRUST (kepercayaan) orang lain kepada kita.

Setelah value di punyai, kita mulai mengajak orang untuk secara bersama-sama mewujudkannya

Merubah 0 menjadi 1, ibarat dari tidak punya nilai menjadi bernilai, lalu dari 1 menjadi 2 adalah merubuah nilai yang kita punya menjadi berkali lipat.

Untuk bisa berkali lipat, perlu leverage (daya ungkit), karena sehebat-hebatnya value yang dimiliki seseorang, pastinya terbatas.

Walau kita sudah sangat ahli, tetap saja waktu kita terbatas 24 jam.

Agar 24 jam bisa menjadi 48 jam atau 72 jam dan seterusnya, maka membangun tim atau sistem secara berjama’ah menjadi kuncinya.

Tidak mungkin seorang sekaya Jeff Bezos atau Bill Gates kerja sendirian, pastilah mereka punya Tim dan Sistem yang solid sehingga 24 jam waktunya bisa terduplikasi secara sistematis.

Bahkan seorang Warren Buffet yang memilki karyawan hanya 50 orang dan pernah dinobatkan orang terkaya di dunia, tetap saja membutuhkan leverage, entah Namanya OPM (other people money), OPT (other people time) dan OPN (other people network).

Agar bisa memiliki leverage tadi, kita perlu tools yang dinamakan Wealth Dynamic.

Wealth Dynamic adalah alat profiling terkemuka di dunia untuk orang-orang kaya yang didalamnya akan memberikan arah yang jelas apa yang harus kita ikutin dalam pekerjaan atau profesi kita, bisnis, dan investasi.

Ada 8 Wealth Profile yang bisa kita ikutin, yakni : Creator, Star, Supporter, Deal maker, Trader, Accumulator, Lord, dan Mechanic.

Setiap orang bisa memiliki 1 atau 2 kecendrungan profiling di atas, sehingga mereka bisa bersinergi dengan siapa saja untuk bisa menjadi kaya sehingga bisa memacu mesin kecerdasan keuangannya.

Seorang Mark Zuckerberg misalnya adalah tipe Mechanic yaitu orang yang menciptakan sistem yang lebih baik dan bisa menyelesaikan segala sesuatu.

Tetapi beliau bukan orang yang hebat dalam memulai hal-hal yang baru layaknya seorang creator yaitu orang yang menciptakan produk ‘baru’ yang lebih baik.

Tinggal mencari Tim yang bisa menjadi pelengkap dari kekurangannya saja maka seorang Mark, Founder  Facebook bisa kaya raya.

Intinya, tidak semua hal bisa kita kerjakan sendirian, karena eranya Superman telah berlalu di gantikan The Avengers.

 

4. Nikmati Masalah

Bersama-sama Masalah selalu ada Solusi, itu yang menjadi pijakan kita dalam memandang masalah.

Banyak orang yang lari dari masalah, takut menghadapinya.

Masalahnya tidak kunjung selesai dan muncul masalah baru.

Karena masalah itu adalah kehidupan itu sendiri.

Dan solusi biasanya jauh berjarak dari orang-orang yang menghindari masalah.

Maka dari itu, hadapilah masalah dengan kepala dingin, seperti air yang mengalir dari tempat yang tinggi, setiap ada tembok terjal menghalang, air bisa melewati lubang-lubang yang sempit.

Mungkin awalnya susah, tetapi dari kesusahan itulah selalu ada secercah harapan untuk mendapatkan solusi.

Setiap masalah adalah pembelajaran dan seorang pembelajar akan naik kelas ketika di uji.

Jika tidak lulus, akan selalu di uji dengan soal yang sama dengan variasi yang berbeda, sehingga suatu hari akan lulus juga.

Cara memandang masalah adalah seperti helicopter yang terbang tinggi, awalnya sejajar dengan bumi (Baca : Masalah), ketika mulai terangkat naik dengan energi yang maksimal, akhirnya bisa lepas dari masalah tersebut.

Menggunakan ENERGI MAKSIMAL inilah, kita bisa menikmati masalah yang ada.

Selain itu juga, masalah yang semakin berat bisa menjadi sangat berat tergantung respon hati kita.

Luasnya hati, ketika si empunya hati itu bisa : Mengosongkan (takhalli) atau membuang atau membersihkan hati yang kotor, lalu Mengisi (tahalli) atau menghiasi dengan isi hati yang baru lalu Mengaktifkannya (tajalli) di dalam diri hingga terasa kebesaran dan kehebatan Allah SWT, Sang Pemberi Solusi dari setiap masalah.

 

5. Bertumbuhlah!

Untuk bisa menjadi kaya raya, seseorang harus berinvestasi.

Makna dasar investasi adalah menyisihkan sebagian uang atau harta kita buat masa depan dan bertumbuh.

Kata kuncinya adalah bertumbuh.

Bertumbulah (profitable) layaknya sebuah pohon, dimana pohon yang baik itu yang akarnya menghujam ke bumi, cabangnya menjulang ke langit dan berbuah setiap musim.

Walau ada juga pohon yang menjalani taqdirnya seperti Pohon Bonsai, yang tetap pendek walau di suntik dengan segala macam bahan atau alat penumbuhkembang tanaman.

Jadilah bertumbuh secara sustainable (terus menerus) agar hidup kita menjadi tenang.

Karena investasi terbaik itu adalah MENCAPAI KETENANGAN dalam kehidupan.

Biasanya hidup menjadi tidak tenang karena besarnya Cost terhadap Cash.

Cost itu selain berarti biaya hidup seperti makan, transportasi, hiburan dan lain-lain, juga berarti uang, tenaga, waktu, risiko, energi dan lainnya.

Cost yang terlalu besar akan membebani hidup kita, relasi dengan diri pribadi, keluarga, lingkungan sosial dan tentunya secara spiritual.

Agar cost menjadi cash (uang tunai atau aset lancar) maka hidup ini perlu menanam, ibarat seorang petani yang menanam padi.

Awalnya tidak langsung panen, tetapi si petani secara sungguh-sungguh melakukan menanam dan menggarap sawahnya.

Jika waktu kerjanya 8 jam sehari, beliau kerja lebih keras hingga 9 jam sehari misalnya.

1 jam di luar waktu kerja normal inilah yang dinamakan penambahan cash yang optimal.

Bisa saja si petani kerja normal 8 jam sehari, tetapi beliau tidak ada cash yang bisa diinvestasikan.

Karena jika cash-nya hanya di tabung, pastinya akan terkena inflasi energi, sehingga ketika di ambil cashnya secara nilai berkurang walau secara fisiknya sama.

Investasi cash inilah, yang jika sewaktu-waktu mau di cairkan, akan dengan mudah tertunaikan.

Misalnya, ketika teman atau saudara kita lagi membutuhkan, kita bisa dengan cepat mencairkan cash tadi yang ada di semesta.

Cash ini bisa juga berarti perilaku sosial dan spiritual kita sehari-hari ketika hidup di dunia, dan karena cash is the king dan free cash is the queen.

Agar tetap profitable dan sustainable, maka Cost harus lebih kecil dari CASH.

Baru dilanjutkan dengan aset guna pakai dan aset investasi.

Siap menjalaninya!

 

Hari 'Soul' Putra    
Managing Director WealthFlow 19 Technology 
www.P3KCheckUp.com      
Founder IBC/Indonesian Business Community   
Motivator Keuangan

Fri, 9 Aug 2019 @06:00

Copyright © 2019 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved