RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Turn Around (putar arah) UANG Kita (Bagian 2)

image

Bangkrut itu hal yang biasa, tetapi bisa memutar haluan alias Turn Around 180o adalah hal yang luar biasa dalam kehidupan kita.

 

Turn Around 180o

Turn Around lebih dikenal dalam Strategi Manajemen dan Manajemen Perubahan, dimana tujuannya ingin membuang yang jelek-jelek dan melakukan tindakan perubahan yang Fundamental.

Dalam Strategi Bisnis paling tidak ada ada 4 hal yang harus di rubah cara bermainnya :

  1. Leadership
  2. How to fund
  3. How to sell
  4. How to operate

Sementara dalam Perspektif Money Management buat Pribadi dan Keluarga yang perlu di Turn Around nya adalah KITA nya dengan melakukan transformation process from comfort zone into discomfort zone, perubahan dari zona nyaman menuju zona tidak nyaman.

Merubah rasa nyaman terbiasa hidup dari debt menuju hidup dari cash,  dari kelihatan kaya menuju Mentalitas Kaya, dari gaya hidup boros menuju hidup semurah mungkin, dll.

Strategi Recovery ala Turn Around 180o ini meliputi 2 hal :

  1. Orientasi efisiensi (efficiency oriented)
  2. Orientasi usaha (entrepreneurial oriented)

Memutus rantai biaya yang membebani dan tidak sangat perlu dan menumbuhkan jiwa Intrapreneur (dalam perusahaan) atau Entrepreneur (di luar perusahaan), karena entrepreneur itu sejatinya, bukan sekedar jabatan tetapi karakter dan panggilan hidup.

Dalam perspektif Motivasi Keuangan bahwasanya ketika kita bangkrut dari 3 level tadi, maka solusinya :


1. Reset of Net Worth

Jika kita Bangkrut di Level Stadium 4, maka evaluasi harta kita adalah hal yang paling krusial.

Mari kita hitung ulang harta kita, mana yang Namanya Aset lancar, Aset guna pakai dan Aset investasi kita

Pernah mendengar isitilah Cash is the King?

Cash atau istilah Akuntansinya adalah Aset Lancar adalah asset yang bisa kita langsung cairkan, misalnya Uang tunai, Tabungan di bank, Deposito di bank, e-money  di aplikasi atau kartu, Nilai tunai asuransi, Logam mulia (Emas LM), Tagihan pada pihak lain/piutang dengan jangka waktu <= 1  tahun.

Kita boleh bangkrut, tetapi Cash harus masih ada, minimal kita punya Dana Darurat dari 3x pengeluaran bulanan kita dan keluarga.

Maka bagaimanapun caranya, agar cash ini tetap terjaga.

Dengan cash ini, maka kita bisa mengeksekusi program jangka pendek yang sifatnya mendesak.

Misalnya bagi Karyawan, mencari pekerjaan lagi ketika mengalami bangkrut adalah hal paling realistis.  Atau mencari order baru bagi Pekerja Mandiri merupakan langkah jitu untuk bisa SURVIVE.

Aset Guna Pakai adalah harta yang kita gunakan sehari-hari, misalnya Rumah tinggal yang ditempati, Apartemen, Kendaraan (mobil, motor, sepeda), Nilai bersih dalam bisnis, Tagihan pada pihak lain dengan jangka waktu >= 1 tahun.

Pada beberapa orang yang ahli, misalnya Broker Mobil/Motor mereka menjadikan aset guna pakainya sebagai dana darurat atau aset lancar karena mudahnya mereka mencairkan aset tersebut.

Selain itu juga ada yang Namanya Aset Investasi, adalah harta kita yang bisa bertumbuh atau menghasilkan cash flow, misalnya Obligasi, Saham, Reksadana, Koleksi benda seni (lukisan, barang antik dll), Logam mulia (emas), Tanah/Kebun/Sawah, Properti yang disewakan dst.

Dari ketiga aset di atas, kita hitung berapa totalnya yang sudah kita konversi dalam bentuk Uang Rupiah, misalnya harga Emas LM hari ini per gramnya Rp 600rb, sementara kita punya Emas LM 10 gr, berarti kita punya nilai aset tersebut seharga Rp 6jt.

Selain yang sifatnya tangible asset (asset yang kelihatan), ada juga intangible asset (asset yang tidak kelihatan), misalnya Branding, Trust, Network dll.

Bangkrut itu hanya kehilangan harta kita sementara keterampilan dan jaringan yang telah kita bangun bertahun-tahun adalah aset sejati kita.

Reputasi nama baik adalah harta karun tidak ternilai yang bisa ‘menghidupi’ kita ketika dimasa sulit.

Teman-teman yang masih peduli dan membantu kita dikala kesusahan adalah aset sejati kita.

 

2. Paid of Liability

Mari kita daftar ulang, mana yang Namanya Kewajiban jangka pendek dan Kewajiban jangka Panjang kita.

Utang atau kewajiban adalah organisme hidup yang akan terus membelit kita selamanya.

Walau ada istilah good debt (utang baik), tetaplah kewajiban yang harus diselesaikan, apalagi bad debt (utang jelek) yang terus menerus menggerogoti keuangan kita.

Beberapa utang jangka pendek dengan horizon waktu <= 1 tahun seperti Utang kartu kredit, Utang KTA (Kredit Tanpa Agunan), Pinjaman pribadi dan Utang lainnya.

Bayangkan jika kita punya utang kartu kredit di 10 bank berbeda dalam waktu bersamaan ketika jatuh temponya, maka asas prioritas harus kita terapkan.

Di luar dari utang jangka pendek, ada juga utang jangka Panjang >= 1 tahun seperti Pinjaman KPR/Apartemen, Pinjaman mobil (KPM), Kredit usaha, Pinjaman lainnya.

Mari kita total dari kewajiban jangka pendek dan jangka Panjang kita, inilah Organisme Hidup yang akan terus menjadi Juru Tagih Kehidupan kita.

Rasa tidak nyaman, rasa malu, rasa sakit keuangan ini harus kita nikmati sampai semua kewajiban itu berhenti, dan kita akan menikmati rasanya Freedom from Debt, tidak jadi Budak Utang lagi.

Dari Total Aset di kurangi Total Kewajiban tersebut, muncul Net Worth (Kekayaan Bersih) kita.

Lantas apa solusi jitunya, ketika kita sudah tahu MASALAH kita agar bisaTurn Around 180o menuju kehidupan yang lebih baik lagi.

Selain tentunya DIET KEUANGAN, mulai memilih dan memilah mana saja pengeluaran yang tidak perlu dan mana yang bisa ditunda secara presisi, maka serangannya, seperti kata pepatah “Pertahanan terbaik adalah Menyerang”, yang bisa kital lakukan Rubah cara berfikir dan bertindak dengan porsi 80 : 20.

Jika masalah kita 80, dan solusinya 20, maka kita putar haluan SOLUSI 80, dan masalah 20.

Awalnya mungkin sulit, tetapi yakinilah Bersama-sama kesulitan ada KEMUDAHAN dan Keberkahan karena kita ingin berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Ini SOLUSINYA.

Insya Allah kelanjutan artikel ini akan di lanjutkan di bagian ke tiga, Strategi Turn Around (putar arah) UANG kita.


Hari 'Soul' Putra  
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com  
Founder IBC/Indonesian Business Community  
Motivator Keuangan Indonesia  
0815 1999 4916

Thu, 4 Apr 2019 @11:26

Copyright © 2019 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved