RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Turn Around (putar arah) UANG Kita (Bagian 1)

image

Bangkrut itu mahal, belajar itu murah. Jangan tunggu bangkrut, baru Anda mau belajar, belajarlah dari kebangkrutan orang lain” (Galih Pandekar)

Sahabat WealthFlow 19, jika hari ini Anda masih memiliki income atau pendapatan, maka syukurilah bahwasanya Anda masih diberi amanah untuk mengelolanya.

Salah satu hal kenapa orang menjadi bangkrut, karena tidak punya Ilmu Money Management yang memadai.

Mengetahui tentang uang  adalah satu hal, tetapi bisa memahami bahkan sadar cara mengelola uang adalah hal lain.

Pengalaman saya pribadi ketika mendapatkan income atau pendapatan pertama saya, dari gaji ketika berkarir sebagai karyawan di sebuah bank 17 tahun yang lalu, sangat tidak visioner, bahwa uang tersebut harus di kelola sedemikian rupa hingga nanti di usia pensiun.

Tetapi bersyukurnya, saya mengalami hal yang membuat saya menjadi ‘Melek Keuangan’ karena DIPAKSA dan secara TERPAKSA oleh keadaan dan akhirnya menjadi Melek Keuangan sebenarnya dengan mempelajari Ilmu Money Management.

Ada 3 tindakan orang yang memiliki karir, entah sebagai Karyawan, Pekerja Mandiri, Pengusaha atau Investor sekalipun, ketika mengalami ‘Panic Financing’ hingga masuk di level BANGKRUT atau menderita kerugian besar hingga jatuh/habis harta bendanya/jatuh miskin, yakni :


1. Bangkrut di awal Karir

Beruntunglah jika kita pernah mengalami kondisi ini, karena untuk berubah orang harus mengalami 3 hal yakni : Berubah karena keadaan, misalnya bangkrut ini, Berubah karena ilmu, artinya mendapat hidayah dari Allah SWT, atau Berubah karena otoritas, misalnya karena yang menasehati kita adalah orang yang kita hormati atau kagumi.

Jika karena faktor keadaan kita bangkrut di masa muda, Insya Allah waktu untuk Mental Recovery kita masih Panjang.

Pengalaman saya dalam di-recovery Mental-nya, asal ketemu Mentor yang pas, Insya Allah cukup hitungan hari atau bulan untuk bisa Move On lagi.

Jika belum, maka mencari dan menemukan Mentor ini adalah Challenge-nya.

Kata kunci-nya adalah IMPROVEMENT atau perbaikan untuk menuju kemajuan yang sejati.

Mulai mengikuti ‘Jejak Sukses’ orang-orang sukses yang kita temui.

Asal kita istiqomah saja, Insya Allah kita akan sampai ke ujung-nya.

 

2. Bangkrut di tengah Karir

Setiap orang tentu pernah mengalami posisi nyaman dalam berkarir, biasanya setelah 5 atau 10 tahun dari awal mereka memulai karirnya.

Angka 5, 10, 15 dan 20 tahun menjadi relatif karena berbeda DAYA JUANG setiap orang.

Mungkin Start dari Alumni yang sama, tapi untuk Jabatan Struktural tergantung dari Karakter, Kompetensi dan Kapital (Investasi uang buat peningkatan karir, bukan karena office politic jika itu karyawan atau sudah melampaui Death Valley Trap).

Ketika masuk di Comfort Zone dalam middle class ini, banyak yang akhirnya terjatuh di gaya hidup.

Waktu jabatan staff kebutuhan akan keluarganya cukup, tetapi ketika masuk menjadi middle management malah kurang.

Beberapa orang malah bangkrut ketika di posisi ini, sehingga kesulitan membangun karir berikutnya.

Ada juga yang akhirnya banting stir menjalani profesi berbeda dari yang digeluti selama ini.

Asal ketemu dengan lingkungan dan teman-teman yang positif, maka jalan sukses yang tertunda tadi akan kembali kita raih.

Kata kunci-nya adalah DEVELOPMENT  atau pengembangan untuk menuju pertumbuhan pribadi dan karir yang lebih hebat lagi.

Ibarat mundur satu langkah, tetapi mengambil ancang-ancang untuk maju 3 langkah.

 

3. Bangkrut di akhir Karir

Ada juga yang akhirnya sampai di puncak manajemen dan secara usia sudah mendekati waktu pensiun, baru mengalami prahara ‘tsunami’ kehidupan karir-nya.

Banyak yang malah pensiun dini atau mengalami post power syndrome paska mengalami bangkrut di akhir karir.

Alih-alih ingin hidup tenang, istirahat total dari aktivitas pekerjaan atau dunia profesional, ‘tsunami’ itu datang bergelombang menghempaskan puncak karir kita di titik terendah.

Tapi yakinilah bahwasanya KETERAMPILAN yang kita miliki itu sifatnya melekat dan tinggal di asah ulang dalam Perspektfi Baru.

Kata kunci-nya adalah EMPOWERMENT atau pemberdayaan dari diri yang jatuh menuju sukses yang tertunda sedikit lagi.

Ini adalah 3 kondisi ketika kita bangkrut, pertanyaannya apakah kita pernah mengalaminya?

Jika iya, kita tidak sendirian, ada banyak para Karyawan, Pekerja Mandiri, Pengusaha atau Investor sekalipun yang pernah bangkrut.

Posisi kita hari ini bukan ukuran kesuksesan hakiki, tapi bagaimana kita bangkit ketika jatuh tersebut.

Insya Allah kelanjutan artikel ini akan di lanjutkan di bagian ke dua, Strategi Turn Around (putar arah) UANG kita.

 

Hari 'Soul' Putra  
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com  
Founder IBC/Indonesian Business Community  
Motivator Keuangan Indonesia  
0815 1999 4916

 

Sun, 31 Mar 2019 @10:26

Copyright © 2019 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved