RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Membangun Bisnis itu, ya Real Cash Flow!

image

Sejak gelombang Distrupsi menghantam Indonesia pada beberapa tahun belakangan ini, padahal Penemu Teori Distrupsi, Profesor Clayton M. Christensen sudah menggulirkan ide ini sejak 20 tahun silam, dengan buku fenomenalnya, The Innovator’s Dilemma.

Seakan-akan dunia bisnis di Indonesia baru tersentak dan sadar dari mimpi indahnya.

Padahal pola 10 tahun ini akan terus ber-evolusi dan ber-revolusi, paling tidak 5 hingga 10 tahun ke depan, akan semakin banyak bisnis konvensional yang berguguran, baik cepat ataupun perlahan-lahan.

Mungkin bisnisnya masih ada, tapi sudah tidak menjadi raksasa lagi, apabila tidak mengikuti perkembangan zaman.

Dalam konteks Manajemen Keuangan, ada yang dinamakan :

1. Artificial Cash
Artificial cash atau uang tunai buatan adalah uang impian yang diciptakan dari model bisnis 'uang investasi'.

Misalkan, sebuah start up yang dibiayai oleh sebuah Venture Capitalist baru akan 'untung' di tahun ke-5, berarti selama kurun waktu 5 tahun tersebut, si venture capitalist akan terus menginjeksikan dananya.

Begitu 'value' atau yang sering di sebut Valuasi dari Start Up ini meningkat, otomatis artificial cash-nya sudah di depan mata.

Artinya, jika si venture capitalist ini ingin balik modal dan mendapakan LABA berkali lipat dari yang ditanamkannya, maka opsi jual start up menjadi keniscayaan.

Karena begitulah cara kerja artificial cash, hingga ujungnya ke pasar saham dengan IPO-nya.

2. Real Cash
Real cash adalah uang tunai sebenarnya yang dihasilkan dari aktivitas sales dan profit yang berujung NYATA.

Misalkan, seorang saudagar atau pedagang Kebab, yang pagi harinya membeli bahan baku, siangnya menjual kebab dan sore-nya sudah membawa UANG TUNAI.

Aktivitas inilah yang disebut membangun bisnis, entah level mikro, kecil, menengah maupun besar.

Ukuran abadinya adalah seberapa CASH di tangan (OCF), syukur-syukur bisa FREE CASH dari aktivitas operasionalnya, bukan dari Proyek Investasi (ICF) apalagi dari proyek utang (FCF).

Dengan Cash di tangan inilah yang mentenagai bisnis agar Profitable dan Sustainable.

Tanpa itu, bisnis akan terjebak Bisnis Impian, baik bagi para Founder-nya atau para Investor-nya.

Maka dari itu, setiap mulai Membangun Bisnis, pastikan Kontrol Cash Flow di tangan Anda!

Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology www.P3KCheckUp.com
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia

Wed, 10 Jan 2018 @06:11

Copyright © 2018 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved