RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Pit Stop Bagi Keuangan Pribadi dan Karyawan

image

Dalam pengelolaan keuangan terkadang Anda sampai pada posisi pit stop. Saat itu Anda harus berhenti semenyata dan melakukan perubahan.

 

Kanal MOTIVASI KEUANGAN Republika Online

Rabu, 12 Oktober 2016, 12:05 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Apa yang Anda rasakan ketika setiap hari harus melawan kemacetan jalanan ibu kota, menemui rekan kerja hampir separuh hidup Anda, menikmati libur Sabtu-Ahad buat keluarga, lalu Senin bekerja kembali untuk akhirnya setiap akhir atau awal bulan mendapatkan pendapatan demi keluarga dan kerabat yang di cintai.


Bagi sebagian orang hal ini tentu menjemukan, tetapi bagi sebagian lain, inilah rutinitas yang dinikmati hingga masa pensiun, tetapi bagi sebagian lain, aktivitas ini bernilai ‘ibadah. Terlepas dari tujuan masing-masing dalam Anda bekerja, ada saatnya dimana Anda harus BERHENTI BEKERJA, entah karena dipaksa perusahaan atau Anda sendiri yang meminta untuk berhenti bekerja tersebut.

Ibarat sebuah balapan F1, Anda tiba-tiba harus melakukan pit stop. Apa itu pit stop? Pit stop adalah periode berhenti balapan untuk sementara dan melakukan perubahan, yaitu mengganti ban, memperbaiki kendaraan atau mengisi bahan bakar dan lainnya.

Ibarat memasuki pit stop dalam karir dan keuangan Anda, kondisi berhenti bekerja akan dialami oleh sebagian karyawan di sebuah perusahaan. Apakah karena kondisi ekonomi yang lagi lesu atau perusahaan Anda sudah tidak kompetitif lagi terhadap perkembangan zaman.

Namun di sisi lain, adalah kewajiban perusahaan dan mereka yang melakukan pit stop keuangan, akan menerima ‘bahan bakar’ berupa golden shake hand alias uang besar dari perusahaan. Karyawan tersebut akan memasuki periode keuangan yang menantang, yaitu perubahan kondisi penghasilan dimana tidak ada lagi penghasilan rutin yang diandalkan setiap bulan. Dan yang kedua, yaitu diterimanya sejumlah besar uang sekaligus yang harus dikelola dengan baik agar bisa menjadi aset produktif.

Untuk menghadapi tantangan keuangan tersebut, seorang karyawan perlu dibekali dengan edukasi financial planning agar bisa mengelola golden shake hand yang mereka terima untuk menjadi bekal mereka saat tidak lagi bekerja. Apakah akan dijadikan sebagai modal usaha, dana cadangan sampai mendapatkan pekerjaan kembali, atau dana untuk melunasi utang sehingga mengurangi beban keuangan di masa depan.

Poin pentingnya adalah, bagaimana ketika Anda mengalami kondisi pit stop keuangan, Anda bisa tetap bertahan dengan mimpi keuangan yang sudah Anda bangun bertahun-tahun dalam karir dan keuangan Anda. Ketika Anda melakukan pit stop keuangan, yang perlu Anda cermati, selain kondisi eksternal Anda adalah kondisi internal Anda.

Kondisi eksternal, mungkin tidak bisa Anda kendalikan, tetapi kondisi internal bisa Anda kendalikan, dan itu sepenuhnya hak Anda. Kondisi eksternal seperti meminta tetap bekerja, karena ini keputusan manajemen, maka agak sulit bagi Anda melakukan negosiasi, kecuali Anda mendapatkan hak-hak Anda dari perusahaan dan mengawal hak-hak tersebut hingga hari penentuan, Anda keluar baik-baik dari perusahaan.

Sementara kondisi internal adalah kesiapan Anda menghadapi dampak UANG BESAR  paska pit stop keuangan.
Banyak sekali karyawan yang kaget, kaget mengalami kondisi discomfort zone, dari yang biasanya mendapatkan gaji bulanan dalam comfort zone, sekarang sudah tidak ada penghasilan bulanan lagi.

Kaget ketika mendapatkan uang besar, biasanya hanya dapat penghasilan Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan, tetapi saat keluar dari perusahaan mendapatkan uang Rp 200 juta hingga Rp 500 juta tergantung masa kerja. Kondisi inilah yang bisa membuat seseorang ‘gelap mata’, tidak melihat lagi visi keuangan masa depan.

Alih-alih ingin hidup sejahtera, malah mendapatkan masalah, seperti ketemu investor bodong yang meminta uang besar Anda, sehingga sudah kaget dengan kondisi keuangan yang tidak memiliki income bulanan, ditambah lagi akan kehabisan bahan bakar keuangan akibat ditipu invesetor bodong tadi.

Lantas, langkah apa yang seharusnya Anda lakukan, agar hidup tetap bisa berlanjut dan Anda tetap bisa melaju sesuai trek di sirkuit visi keuangan Anda.

1.    Berdamai dengan keadaan keuangan Anda

Pahamilah bahwa bulan depan, Anda sudah tidak ada penghasilan pasti bulanan lagi.  Sadarilah bahwa pengeluaran Anda tetap berjalan sementara, tidak ada pendapatan bulanan yang menopang biaya kehidupan sehari-hari Anda.

Oleh karena itu memasuki periode discomfort zone ini dimulai dengan berdamai dengan keadaan keuangan Anda. Tiga bentuk kondisi keuangan adalah kondisi masa lalu, masa sekarang dan masa depan.  Masa lalu seperti utang-utang Anda yang tetap harus Anda cicil, walau sudah tidak memiliki income bulanan lagi. Masa sekarang adalah pertarungan antara KEINGINAN dan KEBUTUHAN yang wajib Anda penuhi seperti makan, transportasi dan lainnya.  Masa depan adalah merencanakan masa depan untuk Anda, istri/suami dan anak-anak Anda, misalnya dana pendidikan, pensiun dan sebagainya.

Jika Anda sudah mau berdamai dengan kondisi keuangan Anda, maka dalam pengeluaran yang akan terus berjalan, Anda sudah harus melakukan sebuah perencanaan keuangan yang matang agar tidak terlena dalam fase discomfort zone keuangan Anda. Berdamai dengan keadaan keuangan Anda, bisa Anda lakukan dengan mangajak anak dan istri/suami Anda untuk duduk bareng menghitung ulang apa saja yang perlu dan tidak perlu Anda lakukan dari sisi keuangan atau ekonomi keluarga Anda.

Langkah selanjutnya adalah menyusun prioritas keuangan yang sehat. Jika ada 10 mimpi keuangan yang harus Anda jalankan ketika masih bekerja dan mendapatkan income, ketika dalam kondisi pit stop keuangan ambil prioritas 5 mimpi keuangan Anda dan mulai jalankan 1-3 mimpi keuangan teratas Anda.

2.    Melakukan Metode Ctr-Alt-Del

Secara umum filosofi Metode Ctr-Alt-Del adalah JATUH (Jarangkan-Turunkan-Hilangkan).  Intinya adalah mengontrol pengeluaran dan mencari alternatif penggantinya. Misalnya Anda tetap harus memenuhi kebutuhan minum suplemen atau vitamin, maka mulai jarangkan minum suplemen tersebut, misal dari tiap hari menjadi 2 atau 3 hari sekali.

Jika tetap membebani, maka bisa Anda turunkan harganya, misal dari Rp 5 ribu per tablet menjadi Rp 3 ribu per tablet. Jika masih membebani hilangkan, sehingga tidak ada lagi beban keuangan tersebut. Begitupun dengan semua detail pengeluaran Anda, sehingga hanya yang benar-benar Anda butuhkan saja yang menjadi fokus pengeluaran Anda.

Yang namanya pengeluaran, bisa Anda atur, sederhananya adalah kenapa dengan gaji/penghasilan yang sama seorang karyawan yang memiliki level yang sama tingkatannya, pengeluarannya bisa berbeda-beda? Karena yang satu hemat dan lainnya boros, itu saja.

Artinya ketika Anda menganggap pengeluaran bulanan sudah segitu tidak bisa diubah-ubah, sebenarnya dengan Metode Ctr-Al-Del bisa Anda lakukan. Seperti ketika saya menuliskan tulisan ini menggunakan Ms Word, tiba-tiba komputer saya mengalami hang, tidak bergerak programnya, lantas saya langsung melakukan Ctr-Alt-Del.

Ada 2 konsekuensi yang akan saya hadapi, pertama jika data tulisan tersebut sudah saya simpan (save), maka data saya tidak akan hilang dan akan aman-aman saja ketika saya panggil ulang.  Yang kedua adalah saya kehilangan beberapa data yang saya tulis, tetapi setelah program running kembali saya bisa menulis ulang, bahkan lebih baik lagi.

Jadi dengan Ctr-Alt-Del Anda bisa melakukan review terhadap ‘masa depan keuangan’ Anda. Karena Anda masuk pit stop keuangan, jadi tidak boleh ngebut (boros) lagi dan masa depan keuangan Anda akan lebih tertata.
Seperti ketika Anda mulai lagi mendapatkan penghasilan seperti waktu pertama bekerja, hanya saat ini sudah  ada modal/aset yang bisa Anda berdayakan.

3.    Terapkan golden rule financial pit stop

Jika ada 4 kategori pengeluaran yakni pengeluaran biaya hidup, pengeluaran cicilan utang, pengeluaran sosial dan pengeluaran kebutuhan masa depan, mana yang Anda pilih/prioritaskan terlebih dahulu? Saya coba susun berdasarkan tingkatan risiko dari yang tertinggi hingga terendah dan dari yang fixed hingga non fixed alias bisa dinegosiasikan.

Maka yang pertama adalah hak Tuhan, bagi yang Muslim dikenal istilah zakat 2,5 persen atau perpuluhan untuk kalangan Nasrani atau derma buat umat lain. Di sebagian dari harta kita ada hak orang lain, dan ini bagi saya pribadi tidak bisa ditawar-tawar, ada konsekuensi secara spiritual jika kita mengabaikannya.
Yang kedua adalah hak orang lain, yakni untuk pengeluaran cicilan atau utang, memang bisa dinegosiasikan tetapi jika sudah didatangi debt collector, Anda wajib membayar. 

Yang ketiga adalah hak diri sendiri untuk masa depan, yakni pengeluaran kebutuhan masa depan seperti tabungan dan investasi. Yang terakhir adalah hak diri sendiri untuk masa sekarang, yakni pengeluaran biaya hidup, yang sebenarnya bisa sangat fleksibel sampai Anda melakukan shaum/puasa ketika Anda tidak memiliki apa-apa lagi untuk dimakan.

Dengan melakukan prioritas di atas, maka Anda akan sadar mana yang sebenarnya bisa Anda negosiasikan pasti/fleksibel atau risiko tinggi/risiko rendah.

Adapun golden rule financial pit stop adalah :
a.    Pay your God first
Ini adalah bentuk dari mentalitas kaya, sebuah mentalitas dimana dalam kondisi tersulit sekalipun, ada Tuhan bersama kita. Dan Tuhan Maha Kaya dan Maha Sejahtera, jika mentalitas ini kita pupuk maka seberat apapun kondisi kendaraan keuangan Anda hari ini dan harus melakukan perbaikan besar-besaran di area pemberhentian (pit stop), akan tetap bisa melaju.

Karena kehilangan uang bisa Anda cari penggantinya tetapi karakter atau mentalitas kaya, perlu proses, ketika Anda punya karakter kaya tersebut Anda bisa melaju kembali dibalapan karir dan keuangan Anda

b.    Saving first, than shopping

Menyisihkan pendapatan di awal akan lebih baik ketimbang menyisihkan di akhir.   Yang pertama Anda tidak perlu pusing lagi dengan banyaknya kebutuhan dan keinginan, sementara yang terakhir belanja sesuai dengan uang yang ada di tangan. Karena semakin di tahan-tahan, maka semakin kuat nafsu untuk menghabiskan uang belanja. Jadi sebaiknya, Anda buat sebuah rekening khusus untuk menampung saving atau investing Anda dan buat rekening khusus untuk shopping Anda.

Selamat melakukan pit stop keuangan Anda!

Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas). Pertanyaan kirim ke email : uang@rol.republika.co.id  SMS 0815 1999 4916.

Anda tertarik mempelajari penggabungan ilmu motivasi dan financial planning ?

 

Silahkan klik atau Sms ke No 0815 1999 4916 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Hari ‘Soul’ Putra (Motivator Keuangan Indonesia, Managing Director WF 19 Technology., Ketua Gerakan Indonesia EMAS 2029, Penulis Buku Laris WealthFlow 19 – Rahasia tentang Uang, Kekayaaan dan Kesejahteraan, Penerbit Gramedia)

 

1 OUTCOME, 9 INCOME = SUPER WEALTHY PERSON

 

Untuk Informasi Ceramah, Training, Workshop dan pemesanan buku bisa menghubungi :

Sms            : 0815 1999 4916 

Twitter        : twitter.com/h4r1soulputra

http://id.linkedin.com/pub/hari-soul-putra/67/71b/20a/

Website      : www.p3kcheckup.com

 

WealthFlow 19 Technology., Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas)

Head Offfice: Jl. Raya Pasar Ahad No. 4 Triloka 1 Blok N 1 Pancoran Jaksel 12780   Phone (62-21) 70 380 692 Fax (62-21) 70 380 692

Hotline Sms : 0815 1999 4916

Thu, 13 Oct 2016 @05:16

Copyright © 2017 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved