RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Yuk, Cerdas Kelola Keuangan Ramadhan

image

Kanal MOTIVASI KEUANGAN Republika Online

Senin, 06 Juni 2016, 08:02 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Ramadhan sudah tiba, Lebaran sudah menanti dan keuangan pun perlu dicermati.

Kenapa harus kita cermati?

Karena pola pengaturan keuangan kita dari hari ke hari dan bulan ke bulan serta tahun ke  tahun, selalu sama.
Baru berpikir dan bertindak setelah mendekati hari H, padahal hari H-nya adalah sebuah kepastian.

Ibarat orang yang punya utang, sudah tahu jatuh tempo kapan harus bayar, tetap saja berpikirnya 1 atau 2 hari menjelang hari H jatuh tempo tersebut. Yang terjadi selalu 'panic financing' skala kecil, jika terkait utang besar, pastilah 'panic financing' skala besar.

Bagi yang memiliki perencanaan keuangan tentulah kejadian di atas tidak akan terjadi dan bulan Ramadhan adalah sebuah momentum untuk totalitas dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT menuju takwa yang sebenarnya.

Persiapan apa saja yang harusnya dilakukan ketika bulan Ramadhan sudah di depan mata? Jika yang sudah memiliki perencanaan keuangan, tentulah dua bulan sebelum Ramadhan sudah mempersiapkan sisi jasmani dan rohaninya.

Sisi jasmani lebih kepada logistik selama Ramadhan sementara sisi rohani lebih kepada persiapan keilmuwan.

Apa saja yang perlu dipersiapkan?

 

Persediaan bulanan
Suka atau tidak, mekanisme supply dan demand akan berlaku menjelang, selama dan pasca Ramadhan.  Artinya stok barang-barang yang tahan lama perlu ada di dapur keluarga kita masing-masing agar kenaikan harga barang tidak terlalu berpengaruh kepada keuangan rumah tangga kita.

Bagi yang sudah memiliki anggaran atau pos untuk Ramadhan, tinggal mengambil pos yang sudah ditabung sejak tahun lalu. Bagi yang belum, terpaksa mengambil uang tabungan yang sudah ada, dengan catatan harus mengembalikan ke pos yang sudah ada untuk bulan depannya.

Pola makan dan hidup selama Ramadhan
Jika saya tanya, apa yang terpikir oleh Anda ketika mendengar kata Ramadhan? Tentu tergantung persepsi dan pandangan kita masing-masing. Tetapi secara umum, yang terpikirkan adalah menahan dari makan dan minum.

Tetapi dikarenakan budaya konsumtif, maka Ramadhan yang identik dengan menahan makan dan minum menjadi ajang balas dendam untuk makan atau minum. Coba lihat di meja makan kita, berapa banyak makanan dan minuman yang berlebih.

Harusnya fokus ke ibadah tetapi yang terjadi menjadikan ‘syurga’ kuliner di rumah kita. Jika kita terbiasa makan tiga kali sehari, selama Ramadhan berarti ada pengurangan jatah satu kali makan atau minum dikarenakan siang hari tidak makan.

Alangkah baiknya, jatah sekali makan kita itu kita sedekahkan per hari untuk orang-orang yang membutuhkan. Karena secara esensi, tidak ada perubahan terlalu besar dalam hal makanan, kita hanya mengaturnya. Jika Anda termasuk aktif di organisasi atau menjadi pengurus di berbagai asosiasi profesi, tentulah akan banyak undangan untuk Bukber (Buka Bersama), sebenarnya ini juga bisa menghemat jatah makan sore atau malam Anda.

Pengeluaran tahunan
Hidup kita di desain oleh Allah SWT berpasang-pasangan, termasuk juga dalam hal keuangan.  Jika ada pengeluaran tahunan, tentulah akan ada pemasukan tahunan.

Jodoh Keuangan
Jika Anda saat ini masih sebagai seorang karyawan, tentulah akan mendapatkan penghasilan tahunan, baik Bonus THR (Tunjangan Hari Raya) dan Gaji ke-13 (di luar dari 12 bulan gajian). Saat itulah harusnya Anda menjodohkan Pemasukan Tahunan Anda dengan Pengeluaran Tahunan Anda.

Apa saja pengeluaran tahunan Anda? Lihat saja hari raya keagamaan, misal Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Ramadhan, Syawal, Idul Adha dan lainnya. Sementara dari sisi kenegaraan ada yang namanya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan dan sebagainya.

Akhirnya akan kembali kepada kita perlunya mendata apa saja kebutuhan harian, bulanan, tahunan serta dari mana saja pemasukan kita selain dari gaji, dari hasil bisnis misalnya. Ketika semua sudah kita rencanakan secara keuangan, Insya Allah hidup kita akan lebih nyaman ketimbang tidak merencanakan keuangan sama sekali.

Selamat beribadah untuk menggapai takwa!

Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas). Pertanyaan kirim ke email : uang@rol.republika.co.id  SMS 0815 1999 4916.

Anda tertarik mempelajari penggabungan ilmu motivasi dan financial planning ?

 

Silahkan klik atau Sms ke No 0815 1999 4916 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Hari ‘Soul’ Putra (Motivator Keuangan Indonesia, Managing Director WF 19 Technology., Ketua Gerakan Indonesia EMAS 2029, Penulis Buku Laris WealthFlow 19 – Rahasia tentang Uang, Kekayaaan dan Kesejahteraan, Penerbit Gramedia)

 

1 OUTCOME, 9 INCOME = SUPER WEALTHY PERSON

 

Untuk Informasi Ceramah, Training, Workshop dan pemesanan buku bisa menghubungi :

Sms            : 0815 1999 4916 

Twitter        : twitter.com/h4r1soulputra

http://id.linkedin.com/pub/hari-soul-putra/67/71b/20a/

Website      : www.p3kcheckup.com

 

WealthFlow 19 Technology., Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas)

Head Offfice: Jl. Raya Pasar Ahad No. 4 Triloka 1 Blok N 1 Pancoran Jaksel 12780   Phone (62-21) 70 380 692 Fax (62-21) 70 380 692

Hotline Sms : 0815 1999 4916

Mon, 6 Jun 2016 @08:47

Copyright © 2017 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved