RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

DARI KRISIS MENUJU PARADIGMA KAYA 3 DIMENSI

Ini sepenggal kisah menarik dari Kebijaksanaan Timur, alkisah tinggallah di sudut sebuah desa seorang Kakek berusia 60 Tahun.  Menjadi kegemarannya untuk setiap hari duduk di lapangan di desanya.  Alangkah nikmatnya kehangatan matahari itu sambil duduk bersandarkan tembok!  Ia bisa memandang apa yang lewat di depannya. 

Pada saat itu banyak para pemuda pulang dari menuntut ilmu. Mereka bangga dan congkak akan keintelektualitasnya.  Dan mereka tidak senang dengan sang kakek tua itu, ‘itu orang orde lama’.  Setiap hari para pemuda ini bermaksud bertemu dan meledek sang kakek di lapangan tersebut.  Mereka ingin memojokkan sang kakek dengan keterpelajaran mereka.  Dan dahsyatnya orang tua itu selalu keluar sebagai pemenang. 


Pada suatu hari pemimpin para pemuda itu menangkap seekor burung kecil.  Ia berkata kepada teman – temannya : ” Nah, saya sekarang bisa memojokkan sang kakek.  Saya akan berkata kepadanya : ” Hai , Kakek yang Bijaksana! Buktikan kearifan Anda.  Antara kedua telapak tangan saya ini ada seekor burung kecil.  Katakan hai Kakek yang Bijaksana, apakah burung ini mati atau hidup?”

Jika ia berkata : ”mati’, saya akan membuka telapak tangan saya, maka burung itu akan terbang.  Tapi kalau ia berkata ’hidup’, maka saya akan meremas – remas burung itu dan menunjukkan kepadanya bahwa ia mati.  Bagaimana kita bisa kalah?”

Mereka senang sekali dan sangat setuju.  Mereka yakin, kali ini Sang Kakek Bijaksana kalah.  Maka itu, mereka bergegas – gegas ke lapangan.  Mereka membentuk setengah lingkaran di depan sang kakek.  Dan pemimpinnya berkata : ”Kakek yang Bijaksana, kita telah menangkap burung kecil.  Saya letakkan di antara telapak tangan saya. Katakan kepada saya, Kakek yang Bijaksana, apakah ia hidup atau mati?”.

Sang Kakek sembari menggeser – geserkan punggungnya pada dinding, memandang sang surya, dan berkata : ”Jawabnya, anakku, ada di tangan Anda sendiri ”

Setelah jawaban sang kakek bijaksana, hening tanpa suara.  Para pemuda tersebut termangu, sembari dihatinya berbisik, mulai mengerti dan bersyukur telah mendapat pelajaran berharga dari Kakek yang memang Bijaksana. 

Pesan dari kisah diatas tadi adalah : kondisi krisis, baca masalah tidak hanya terjadi karena di bentuk oleh alam saja, tetapi juga oleh tangan – tangan manusia. Manusia – manusia yang berpendidikan tinggi, tetapi tidak memiliki rasa hormat terhadap orang tua merupakan contoh yang banyak kita lihat di negara kita ini.

Secara filosofis, hurup K dari kata krisis bisa bermakna ganda, Pertama, kaki K yang pertama ke atas berarti kesempatan, sementara kaki K yang Kedua ke bawah berarti krisis.  Dua sisi pilihan yang berarti memberi ( tangan di atas  ) atau di beri ( tangan di bawah ).  Kondisi apa yang kita inginkan? Jawabnya jelas ada di tangan Kita sendiri. 

Ketika KESEMPATAN diartikan sebagai Kekuatan bukan sebagai kelemahan, keberanian bukan sebagai kelemahan, dan keyakinan bukan sebagai keraguan maka Peluang ada di depan mata kita.  Tetapi jika KRISIS dimaknai sebagai keserakahan bukan sebagai kesederhanaan, keculasan bukan sebagai kejujuran dan ketidakpedulian bukan sebagai kepekaan maka tunggulah saat kehancuran.

Krisis tidak datang dengan sendirinya, dalam kacamata sosial-spiritual, bahwa yang namanya krisis merupakan konsekuensi logis dari perubahan. Perubahan bisa kita maknai sebagai ujian untuk naik kelas atau sebagai cambuk untuk kita memperbaiki diri lagi bukan sebagai penghancur cita – cita.

Copyright © 2021 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved