RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

KETANGGUHAN SOSIAL DAN SPIRITUAL MEMASUKI TAHUN BARU HIJRIYAH 1431

SERIAL SOUL  ENTREPRENEUR :
KETANGGUHAN SOSIAL DAN SPIRITUAL
MEMASUKI TAHUN BARU HIJRIYAH 1431
HARI  ‘SOUL’  PUTRA ‘
CEO SA’I CENTER (  ‘Social-spiritual entrepreneur’ Action & Innovation ) & SEKJEN APW ( ASOSIASI PENGGERAK WARGA ).

‘Jangan menunggu pergantian tahun baru BERUBAH, tetapi BERUBAHLAH setiap waktu menjadi lebih baik lagi dengan momentum pergantian tahun ‘


Impossible is Nothing.  Tidak ada yang tidak mungkin di dunia jika di kehendaki Sang Maha berkehendak, Nothing is Impossible, Everything is Possible, if We Believe in Allah SWT.  

 
Banyak yang menyebut tahun ini sebagai tahun perubahan dunia, membuat tata dunia global berubah semakin cepat.  Keterpaduan secara astronomis bisa dilihat kasat mata dimana tahun Qamariah yang menjadi landasan tahun Hijriyah untuk ummat Islam berdampingan secara sinergi dengan tahun Syamsiah yang merupakan landasan tahun Masehi berdekatan jaraknya menyambut tahun perubahan baru.  Secara hitung – hitungan matematis tidak sampai 1 bulan selisihnya, sehingga sangat cocok jika kita menjadikan tahun ini sebagai tahun perubahan global.  Tahun perubahan menjadi keadaan lebih baik dengan semboyan, Life is Change, No Life without Change ( Hidup adalah Perubahan, Tidak ada Hidup tanpa Perubahan ).  Jadi hendaknya sebagai manusia harusnya kita selalu berubah ke arah yang lebih baik lagi dari tahun ke tahun.
   

Di awal abad perubahan, di kurun waktu yang lama pada abad 7 Masehi, berjalan dua orang di kegelapan malam dengan jarak tempuh 650 Km mengarungi padang tandus gurun pasir dengan berjalan kaki.  Mereka berjalan dengan tingkat keyakinan spiritual yang sangat tinggi, di bawah bayang – bayang tentara musuh dengan persenjataan lengkap.  Hingga suatu ketika, kedua orang ini tiba di dalam suatu gua.

Sekarang mari kita berfikir sejenak, 2 orang dalam pengejaran musuh – musuh bersenjata lengkap yang akan membunuh mereka, terjebak di dalam gua, sementara musuh – musuhnya ada di sekitar gua, tanpa bekal air dan makanan.  Teman yang satu sangat mengkhawatirkan keselamatan temannya, tetapi teman yang dikawatirkan dengan sangat tenangnya, berkata untuk menenangkan temanya, sembari berkata, “ Wahai Sahabatku, janganlah takut dan berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.”  Sampai – sampai Al Qur’an mengabadikannya dalam Surat At Taubah ke 9 ayat 40 yang berbunyi :

 “ Jikalau kamu tidak menolongnya ( Muhammad ) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya ( yaitu ) ketika orang – orang kafir ( musyrikin Makkah ) mengeluarkannya ( dari Makkah ) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya : " Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan – Nya kepada ( Muhammad ) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang – orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana  “.

Walaupun terlontar dari  sebuah kata yang begitu sederhana namun penuh dengan ketangguhan jiwa yang di barengi kekuatan spiritual dari yang menyampaikannya, maka efek ledakannya sangat dahsyat.  Siapakah sebenarnya kedua orang ini, yang kita ketahui dalam Sejarah Peradaban, yang pertama bernama Muhammad SAW dan sahabat setianya Abu Bakar As Sidiq.

Apa yang mereka lakukan hari itu, merupakan awal dari titik perubahan terbesar ummat manusia.  Spirit perubahan yang bisa kita amati dari hikmah sejarah di atas, merupakan peristiwa perpindahan dari zona nyaman menuju zona tidak nyaman.  Dari kondisi mapan menuju kondisi sulit.  Sang Sahabat yang awalnya adalah pembesar kota Makkah, orang yang dipandang, memutar arah hidupnya menuju zona atau area ketidakpastian mengikuti Sang Rasullullah Muhammad SAW. 

Di zona ketidaknyamanan tersebut ada sekelumit perasaan khawatir tentang keselamatan orang yang ia cintai.  Tetapi sebaliknya orang yang ia ‘khawatirkan’ dengan tenang dan tegar malah memberikan sikap optimis dengan titik ketenangan yang luar biasa, sehingga berpengaruh pada Keyakinan Sang Sahabat ( Abu Bakar As Sidiq ).  Dari sekelumit sejarah di atas, dapat kita ambil ibrah / pelajaran :
1.  Bersama – sama kesulitan ada kemudahan.
Dalam Al Qur’an Surat Alam Nasyrah ke 94 ayat 6 berbunyi : “ Sesungguhnya bersama – sama kesulitan itu akan ada kemudahan “.
Hidup akan menjadi sulit, jika hati kita membuatnya sulit, tetapi sebaliknya hidup akan menjadi mudah jika kita membuatnya mudah.
2.  Momentum Perubahan. 
Momentun melakukan suatu perubahan, baru akan terjadi ketika kita mampu beradaptasi dengan segala bentuk perubahan, baik yang memiliki kecepatan tinggi atau sebaliknya.
Mengingat spirit atau semangat ketangguhan sosial dan spiritual memasuki tahun baru hijriyah 1431, maka ada baiknya kita melakukan Perubahan 1431 ( 1431 CHANGE ) yaitu :

1.  YAKINILAH perubahan terjadi atas kehendak Allah SWT.  Rabb kita lebih mengetahui makhluq yang Dia ciptakan ketimbang manusia.


4.  MEMAHAMI 4 PRINSIP perubahan, dengan rumus OASE

·    O risinalitas
Kemampuan untuk menghasilkan gagasan baru ( Up to date ) yang unik dan bermakna bagi perubahan
·    A ntisipasi
Kemampuan untuk memprediksi arah ( baca : Trend / Kecendrungan ) yang terus berubah dan tidak stabil
·    S ensitifitas
Kepekaan yang ada dalam melihat fenomena yang ada disekitar diri dan lingkungannya.
·    E lestisitas
Kemampuan menghasilkan produktifitas pemikiran – pemikiran variatif sebanyak mungkin.
    Sesuai dengan maknanya OASE adalah mata air perubahan dan pencerahan dari dahaganya sosial ( horizontal ) dan spiritual ( vertikal ) kita.

3.  LAPISAN HATI NURANI

Hati sebagai :
·    Pusat Perubahan ( Center of Change )
Hati nurani adalah hati yang dilingkupi cahaya terang benderang dalam menyikapi perubahan
·    Pusat Keputusan ( Center of Decision )
Dengan kendali sensor radar hati, akan mengambil setiap keputusan dengan bertanggung jawab penuh kepada Allah SWT sehingga keputusan yang diambil tidak merugikan orang atau lingkungan.
·    Pusat Kebijaksanaan ( Center of Wisdom )
Kata – kata yang teduh, menyejukkan, ibarat air dari mata air gunung kehidupan dalam mensikapi problema – problema hidup dan memberi jawaban solutif bagi hati dan jiwa.

1.  SATUKAN MIND, BODY & SOUL DIRI KITA dihadapanNya

Ketika menyatunya semua aspek kemanusiaan dan spirit keillahiaan dalam diri kita, tidak ada penghalang lagi dalam membentuk perubahan, yang dimulai dari paradigma, kebiasaan, karakter, budaya hingga menghasilkan perubahan peradaban.
Selain itu Stop & Think, berhenti dan diam sejenak, larut dalam kebesaran  Illahiyah, jadikan diri nol di hadapanNya.  Untuk menjadi diri kita yang baru, Building the New You.  Bersiap – siaplah memasuki Dunia Perubahan.
LIFE IS CHANGE, NO LIFE WITHOUT CHANGE ( HIDUP ADALAH PERUBAHAN, TIDAK ADA HIDUP TANPA PERUBAHAN ).
Selamat memasuki Tahun Baru 1431 H dengan ketangguhan sosial dan spiritual, semoga hari ini lebih bak dari kemaren dan esok lebih baik dari hari ini, To day is better than yesterday & tomorrow will be better than to day.
Amin Ya mujiibas saailiin
Wallahu muwaafiq ilaa aqwaamit thariiq
Billahi Hidayah wat Taufiq.

Copyright © 2021 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved