RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Trik Mengatasi Bocor Halus Pengeluaran

image

Tuesday, 21 October 2014, 08:42 WIB


Kanal Konsultasi MOTIVASI KEUANGAN Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, Salam kenal Mas Hari. 

Setiap membaca rubrik atau kolom konsultasi keuangan di beberapa media, saya tergerak untuk mempraktikkannya. Sepertinya mudah sekali untuk memiliki mimpi keuangan. 

Tetapi setelah beberapa hari melaksanakannya, ada perasaan malas untuk menyisihkan uang secara rutin.  Belum lagi hal-hal kecil yang sering membuat saya lupa keuangan seperti membeli cemilan waktu kerja, mengeluarkan dana ekstra buat kondangan, diskon 70 persen yang mendadak tiap tengah bulan dan sebagainya. 

Jadi bagaimana siasat dan strateginya?

Terima kasih atas nasihatnya.

Nani  


Jawaban WF 19

Salam kenal Mbak Nani 
:-)

Dalam manajemen keuangan, ada yang dinamakan pengeluaran rutin dan pengeluaran tidak terduga.  Jika pengeluaran tidak terduga disiasati dengan dana darurat, sementara pengeluaran rutin disiasati dengan dana rutin.

Apa itu dana rutin? Dana rutin adalah alokasi dana dari semua pengeluaran harian kita. Jika makan dan transportasi seringkali kita gunakan dan frekeuensinya terus menerus, maka itu termasuk dana rutin.

Dana rutin inilah yang harus kita persiapkan, entah per bulan, per enam bulan dan per tahun. Selagi ada pengulangan, maka hal itu disebut dana rutin.

Bedanya dengan dana darurat, dana darurat tidak sering kejadiannya, walau pada beberapa orang itu menjadi rutin.

Yang perlu dipersiapkan adalah berapa persentase yang akan kita anggarkan untuk dana rutin ini. Dalam Konsep WF 19, 30 persen pertama dibagi menjadi dana sosial dan dana spiritual, dana darurat, proteksi, hobi, rekreasi, pengembangan diri, kesehatan, shopping dan lain-lain.

Untuk 30 persen pertama ini, tiap orang dan keluarga tentu berbeda-beda, ada yang menyisihkan dana rutin sosial dan spiritualnya hanya 2,5 persen artinya semua pengeluaran seperti zakat atau sedekah dan sosial sudah melingkupi semua, ada juga yang 10 persen untuk zakat atau sedekah dan sosialnya.

Begitupun dengan dana shopping, ada yang mengganggarkan tiap bulan dan belanjanyapun tiap bulan, ada juga yang menganggarkannya tiap bulan tetapi belanjanya tiap 3 atau 6 bulan dan sebagainya. Artinya tiap rumah tangga bisa berbeda dengan rumah tangga lainnya.

Terkait perasaan malas dan ‘bocor halus’ pengeluaran, siasat dan strateginya adalah sederhana.

Sekarang Anda bayangkan ketika Anda punya utang dan ketika Anda tidak bayar utang Anda dikejar-kejar debt collector berwajah bengis dan suka marah-marah.  Apakah Anda masih akan ngemplang untuk tidak bayar utang? Tentu tidak, kan!

Sama seperti disiplin keuangan, ketika Anda malas untuk mengalokasikannya di awal, anggap saja Anda akan diberi sanksi sosial dan dikejar-kejar ‘debt collector’ bernama gaji 15,(baca : lima belas koma), artinya setiap tanggal 15 Anda selalu koma karena tidak bisa meneruskan kehidupan keuangan Anda karena ketiadaan biaya akibat dari malas mengalokasikan di awal.

Bocor halus keuangan adalah pengeluaran yang kita anggap kecil sekali ‘receh-receh’ yang jika kita kumpulkan jadi lumayan banyak.

Saya ambil ilustrasi begini, Mbak Nani begitu keluar rumah untuk berangkat kerja mampir dahulu ke warung nasi uduk dan membeli nasi uduk seharga Rp 4.000 dan tidak lupa menenteng martabak dan risol 5 potong seharga Rp 2.000, jadi totalnya Rp 10.000.
Ketika turun dari bus melihat tukang susu kedelai yang biasa mangkal di dekat kantor, jadi beli seharga Rp 3.000.

Setelah pukul 15.00 perut mulai terasa keroncongan, mengajak teman-teman ke convenience store di bawah kantor untuk beli kudapan ringan Rp 10.000, kacang Rp 4.500 dan gorengan depan kantor Rp 3.000.

Dalam perjalanan pulang ke rumah ada martabak manis yang lagi mangkal, dan dibeli untuk keluarga sebagai oleh-oleh, keluarlah uang Rp 23.000. Karena sudah tidak tahan, di depan ada tukang siomay, jadi mampir dulu untuk beli seharga Rp 5.000.

Jadi total untuk ngemil sehari aja (minus nasi uduk Rp 4.000) sudah Rp 58.500. Dikali 20 hari kerja jadi Rp 1,17 juta.
Artinya ada Rp 1,17 juta bocor halus di satu pos, belum lagi lapar fashion dan sebagainya.

Yang jika dihitung-hitung lumayan banyak menggerogoti kantong kita.

Untuk itu coba amati kembali pos-pos pengeluaran Anda secara detail.  Untuk melihat pengeluaran yang terjadi dengan nominal di luar kewajaran, antara lain :

* Listrik dan telepon, apakah telpon dipakai untuk hal yang kurang perlu?
* Pakaian, apakah Anda memiliki hobi berbelanja?
* Pembantu dan sopir, apakah jumlah pembantu dan sopir lebih dari cukup?
* Parkir, apakah biaya parkir sudah sesuai dengan anggaran Anda?
* Pengeluaran pribadi, apakah ada pengeluaran pribadi yang berlebihan?
* Hiburan, apakah biaya ini berlebihan?
* Cicilan kartu kredit, apakah terdapat dana tunai yang dapat dipakai untuk melunasi cicilan kartu kredit tersebut?
* Premi asuransi dan pengeluaran lainnya, apakah premi asuransi terlalu besar?

Setelah Anda cek satu per satu hal di atas, maka pengalokasian dana rutin akan bisa direm susai dengan LIMIT UANG ANDA.

Jadi tipsnya :

1. Hitung ulang dan simulasikan semua pengeluaran rutin dari kebiasaan Anda
Cek satu persatu pengeluaran rutin dan tidak rutin Anda selama 3 bulan ke belakang.

2. Selalu menyisihkan uang dari gaji atau pendapatan di awal
Begitu terima gaji, langsung sisihkan untuk tabungan dan investasi di awal, bila perlu minta kantor atau bank Anda memotongnya di awal.

3. Disiplin dalam mengeluarkan dana pengeluaran rutin sesuai pos masing-masing
Pos pengeluaran harus disesuaikan dengan dana yang telah Anda alokasikan di awal.  Karena disiplin itu seperti napas, ketika Anda tidak bernapas berarti ‘kematian keuangan’ menanti Anda.

Selamat menghindar dari bocor halus pengeluaran!

 

 

Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology Inc.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas). Pertanyaan kirim ke email : uang@rol.republika.co.id  SMS 0815 1999 4916.

Anda tertarik mempelajari penggabungan ilmu motivasi dan financial planning ?

 

Silahkan klik atau Sms ke No 0815 1999 4916 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Hari ‘Soul’ Putra (Motivator Keuangan, Managing Director WF 19 Technology Inc., Ketua Gerakan Indonesia EMAS 2029, Penulis Buku Laris WealthFlow 19 – Rahasia tentang Uang, Kekayaaan dan Kesejahteraan, Penerbit Gramedia)

 

1 OUTCOME, 9 INCOME = SUPER WEALTHY PERSON

 

Untuk Informasi Ceramah, Training, Workshop dan pemesanan buku bisa menghubungi :

Sms            : 0815 1999 4916 

Twitter        : twitter.com/h4r1soulputra

http://id.linkedin.com/pub/hari-soul-putra/67/71b/20a/

Website      : www.p3kcheckup.com

 

WealthFlow 19 Technology Inc., Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas)

Head Offfice: Jl. Raya Pasar Ahad No. 4 Triloka 1 Blok N 1 Pancoran Jaksel 12780   Phone (62-21) 70 380 692 Fax (62-21) 70 380 692

Hotline Sms : 0815 1999 4916

 

Tue, 21 Oct 2014 @16:13

Copyright © 2017 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved