RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Kartu Kredit Vs Koin Dinar Dirham

image

Hari ‘Soul’ Putra for Republika Online

WF 19 Motivation, Financial & Business Advisory

www.P3KCheckUp.com

 

Pak Hari yang terhormat, setiap saya ke mall, selalu saja saya ditawari oleh marketing penerbit kartu kredit, entah dari bank tertentu atau yang bekerja sama dengan pusat-pusat perbelanjaaan.

Dan menariknya, selalu yang di jual ke saya adalah rasa ‘enak dan nyaman’ nya saja.

Bisakah bapak bahas plus minus memiliki kartu kredit?

Yang kedua, apakah investasi emas semacam koin dinar emas cukup menjanjikan dari sisi jangka pendek dan jangka panjang, mengingat banyak sekali investasi emas bodong yang diberitakan oleh media massa akhir-akhir ini.

 

Terima kasih atas kesediaan Bapak membahasnya

Bambang di Malang Jatim.

 

Jawaban WF 19

 

Pak Bambang di Malang

Kartu Kredit adalah fenomena industri keuangan modern saat ini, menurut expert dictionary adalah kartu yang dikeluarkan pihak bank atau sejenisnya untuk membeli barang-barang secara hutang.

Dari definsi di atas, kartu kredit adalah kartu hutang.

Awalnya ada seorang pengusaha bernama Frank McNamara yang ketinggalan dompetnya di sebuah restoran tahun 1949, dari sinilah muncul ide untuk membuat sistem menunda pembayaran, tanpa beliau harus membawa uang tunai/cash .  Jadi kartu kredit adalah kartu penunda pembayaran.

 

Beberapa keuntungan jika Anda memiliki kartu kredit, antara lain :

1.    Bentuk fisik kartu kredit seperti KTP atau SIM

Karena tipisnya bentuk kartu kredit tersebut, bisa dimasukkan ke dalam dompet dan dibawa kemana-mana, bayangkan jika kita harus membawa uang kertas dalam bentuk pecahan 50rb sebanyak 20jt.

2.    Kartu yang memberi rasa nyaman, karena kartu tersebut punya bank

Ketika kita kehilangan kartu tersebut, entah di curi orang atau ketinggalan di suatu tempat, kita bisa meminta pihak bank untuk memblokir kartu tersebut. Sehingga rasa nyaman dan aman bepergian dengan kartu kredit

3.    Bisa mengatur arus kas (cash flow )

Dengan kartu kredit, kita bisa menunda pembayaran hingga lebih kurang 14 hari ke depan.  Bahkan beberapa pengusaha, bisa menunda pembayaran, padahal barang yang sudah dia beli sudah di bawa pulang.

4.    Bisa memberikan fasilitas kredit

Jika kita kesulitan dalam mendapatkan pinjaman kepada pihak bank, dengan kartu kredit bisa dikatakan langsung bisa ‘meminjam’ kapan pun yang kita mau. Tanpa prosedur yang berbelit.

 

Cara kerjanya, paling tidak, ada 5 pihak yang terlibat dalam sistem kartu kredit, yakni :

1.    The processor/network , yang sering kita lihat di kartu kredit kita seperti Visa, Master, Amex, Discovery dll

2.    Issuer , yakni bank yang menerbitkan kartu kredit tersebut, misal Bank lokal seperti BCA, Mandiri, BNI, maupun Bank Asing seperti HSBC, Standard Chartered, Citibank dll

3.    Acquirer , yakni bank yang menerbitkan alat gesek kartu kredit, yang kita kenal dengan nama mesin EDC (Electronic Data Capture )

4.    Merchant , yakni toko yang menyediakan mesin EDC dari acquirer yang menerima kartu kredit

5.    Kreditor , pemilik kartu penunda pembayaran, yakni kita sebagai pemegang kartu kredit tersebut.

 

Sekarang mari kita lihat dari 2 sisi, sisi pertama sisi si penerbit kartu kredit tersebut yakni bank, baik sebagai the processor/network , issuer maupun acquirer .

Dari sisi bank, si kreditor yang disukai adalah orang yang membayar fasilitas kartu kredit untuk belanja barang atau berutang.

Dari sini, bank akan mendapatkan keuntungan antara lain : annual fee /biaya tahunan (biasanya antara 100rb-300rb, bahkan ada yang menawarkan 2 tahun pertama Rp 0,-), bunga kredit karena membayar minimum payment sebesar 2,9% - 4% per bulan (34,8% - 48% per tahun bandingkan dengan bunga deposito yang di bawah 10%), biaya keterlambatan (late charge ), biaya over limit , biaya penerbitan kartu baru, biaya materai.

Yang lainnya biaya cash advance (penarikan tunai) 6% dari jumlah pengambilan dan bunga cash advance 4% per bulan, biaya pelampauan batas kredit 6% dari jumlah over limit , biaya naik limit, biaya copy sales draft atau billing statement, biaya pembayaran melalui cabang dll.

Dari sisi bank, yang tidak disukai adalah orang yang menambah uang kas/sakunya dari kartu kredit.  Ini biasanya mereka yang melakukan cash advance tetapi tidak sanggup membayar tagihan serta sering berurusan dengan debt collector .

Dengan menyewa jasa debt collector , maka merupakan biaya bagi bank.

Jadi kelompok ini sangat tidak di sukai bank.

 

Sekarang mari kita bahas dari sisi kreditor/pemegang kartu kredit, yakni kita sendiri kreditor yang memanfaatkan kartu kredit secara optimal.

Artinya mereka adalah orang-orang yang membayar langsung tagihan kartu kredit 2-6 pekan setelah menggesek kartunya.  Otomatis ini dapat menghindari bunga bank.  Bank hanya dapat dari annual fee dan merchant fee saja serta Acquirer jika punya alatnya.

Tingal pertanyaanya, apakah si pengguna bijak kartu kredit tersebut, memang sangat membutuhkan barang tersebut dan mesti membelinya sekarang dan apakah harganya harus sebesar itu serta apakah kita mampu membayarnya?

Jika iya, maka menggesek kartu kredit adalah langkah bijak.

Jika tidak, Anda harus menimbang ulang untuk menggunakan kartu kredit, dan solusinya cukup pake kartu debit saja.

 

Serta yang tidak kalah pentingnya, ada 3 hal yang perlu Anda waspadai ketika memiliki kartu kredit :

1.    Kemudahan pembayaran kartu kredit dan berbagai fasilitasnya mendorong konsumen menjadi lebih konsumtif

Jadikan kartu kredit, sebagai suatu kondisi produktif.

2.    Kartu kredit menumbuhkan budaya berutang

Jika kita sudah memiliki kartu kredit, biasakan untuk disiplin dalam membayar tagihan dan pengelolaan uang keluar dan uang masuk.

3.    Bunga kartu kredit dapat menjadi ‘ular’ yang membelit apabila tidak bisa melunasi tagihan.

Segera selesaikan tagihan, begitu Anda menggesek kartu kredit.

 

Seperti kita pahami bersama, emas tersedia dalam beberapa bentuk, antara lain : emas batangan/emas lantakan, emas koin dan emas perhiasan.

 

Untuk pertanyaan ke dua, harus dilihat dari 2 kaca mata

1.    Emas sebagai komoditas, seperti layaknya kita punya kambing atau buah-buahan.  Mereka yang melihat emas sebagai komoditas, maka bisa memperjualbelikan emas tersebut.  Jadi emas sebagai salah satu cara untuk berinvestasi yang bisa mengalahkan monster bernama inflasi.

Bahkan beberapa komunitas, menjadikan emas ini layaknya seperti valuta asing di money changer yakni uang kertas rupiah, dollar dll dan menjadikan emas koin ini sebagai alat spekulasi.

Secara jangka pendek, berinvestasi di koin emas, tidak terlalu menjanjikan keuntungan, tetapi jika dalam jangka panjang, minimal 2 tahun, maka akan cukup menjanjikan jika kita jual lagi.

Dulu PT Aneka Tambang, Tbk mencetak koin emas seri haji dan mendistribusikannya lewat PT Pegadaian.

Bahkan beberapa Komunitas Pecinta Koin Emas dan Perak, meminta PT Antam untuk mencetak koin-koin emas dan perak sesuai dengan keinginan komunitasnya masing-masing.  Bahkan PT Antam mengeluarkan sertifikat layaknya, emas batangan (sila lihat www.logammulia.com).

2.    Emas sebagai mata uang .  Emas koin, dimana bentuk emas seperti ini adalah salah satu bentuk lain dari emas batangan yang sudah dibentuk menjadi koin emas murni. Nilai dan kadarnya pun sama dengan emas batangan.

Dalam koin emas, yang kita kenal dengan koin emas dinar merupakan koin emas seberat 4,25 gram 22 karat (91,70%) yang tersedia dalam bentuk pecahan ½, 1, 2, 5 dan 8 dinar.

Standar ini mengikuti ketentuan dari WIM (World Islamic Mint ), sesuai dengan ketetapan Rasulullah Muhammad SAW yang dikukuhkan oleh Khalifah Umar Ibn Khattab.

Disamping koin emas, juga ada koin perak yang dinamakan dirham, terdiri dari koin perak murni seberat 2,975 gram, yang tersedia dalam pecahan ½, 1, 2, 5, 10 dan 20 dirham.

Di luar koin emas dan perak, juga ada yang dinamakan fulus, koin tembaga yang digunakan untuk pembayaran dengan nilai di bawah satuan dirham terkecil (0,5 atau 1 dirham).

Kedua koin ini (emas dan dirham) ini di Indonesia dicetak di bawah otoritas Amirat Indonesia dan WIM.  Koin berestandar WIM ini hanya diedarkan oleh jaringan wakala di bawah koordinasi Wakala Induk Nusantara (WIN).

Untuk info detailnya bisa membuka www.wakalanusantara.com dan www.jawaradinar.com

Lantas apa kegunaan dari koin emas dinar dan koin perak dirham :

1.    Modal Usaha dan Kegiatan Bisnis

Cara yang paling baik untuk mendayagunakan koin emas dinar dan koin perak dirham adalah menjadikannya produktif, dimana akan tumbuh sentra-sentra dari sektor riil, yang bebas dari pengaruh tindakan pemerintah, sistem moneter akan kembali “apolitik” dan nilai uang kita tidak bisa dimanipulasi lagi.

2.    Alat bayar

Koin emas dinar dan koin perak dirham adalah alat tukar terbaik yang tidak lekang oleh zaman, bahkan sangat di rekomendasikan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW, bandingkan dengan uang kertas yang kita gunakan hari ini.  Bahkan menurut Imam Al Ghazali, 470 pasca kenabian bahwa timbangan yang adil dalam penentuan harga-harga barang hanyalah emas (dinar) dan perak (dirham).

3.    Tabungan

Fungsi dari menabung adalah menyisihkan sebagian uang/harta kita untuk masa depan.  Artinya, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, untuk itu kita perlu berjaga-jaga dari ketidakpastian tersebut.  Bahkan dalam sebuah hadits dikatakan : “Akan datang masa ketika tidak ada lagi yang dapat dibelanjakan kecuali dinar dan dirham (HR Ahmad).

4.    Sedekah dan Infak

Dengan koin dinar dan dirham, maka kita bisa mensedekahkan harta kita kepada orang lan.  Selain adil juga, nilainya benar-benar riil.

5.    Penunai zakat mal

Salah satu tuntutan syari’ah dan sunnah Nabi SAW adalah menunaikan zakat mal/harta.  Jika kita punya koin emas dinar dan dirham perak, maka sangat memudahkan dalam membayar kewajiban kita kepada Allah SWT dan membagikannya kepada sesama manusia.

6.    Mahar, Kado dan Hadiah

Sebagai mahar atau mas kawin, koin emas dinar dan dirham perak akan menjadi kado terindah yang tidak akan pernah terlupakan serta bisa juga sebagai hadiah yang elegance untuk orang yang kita cintai, bandingkan dengan uang kertas saat ini.

7.    Arisan

Koin Emas Dinar dan Dirham Perak dapat juga diedarkan melalui arisan, supaya bermanfaat buat pesertanya. Ini untuk menggantikan arisan uang kertas yang populer di masyarakat, yang tidak adil karena yang mendapatkan belakangan dirugikan akibat daya beli uang kertas yang terus merosot (baca : Inflasi).

 

Sedangkan Kelebihan Koin Emas Dinar dan Koin Perak Dirham :

  1. Memiliki sifat unit account ; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 100 Dinar – hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan di simpan yang 95 Dinar .
  2. Sangat liquid untuk dipergunakan sebagai alat bayar terhadap barang atas jasa, karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan di atas. Bahkan sudah ada jaringan layaknya Visa atau Master di Kartu Kredit yang menerima Dinar dan Dirham di seluruh dunia lewat www.dinarshops.com

Untuk Indonesia, bisa melihat websitenya di www.jawaradinar.com serta adanya hari-hari khusus yang dinamakan Festival Hari Pasaran (FHP) Dirham Dinar Nusantara sebagai tempat belanja kebutuhan sehari-hari yang secara reguler di selenggarakan diberbagai tempat di Indonesia.

  1. Memiliki nilai dakwah tinggi karena sosialisasi koin emas dinar dan koin perak dirham akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan dengan dinar dan dirham, masyarakat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui dinar dan dirham ini.
  2. Mudah dipergunakan sesama pengguna/komunitas karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Untuk Kelemahan Koin Emas Dinar dan Koin Perak Dirham, di Indonesia masih dianggap perhiasan , penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2% ).

 

Satu hal yang pasti, ketika kita belanja menggunakan kartu kredit, itu hanyalah kartu plastik biasa, tidak ada bedanya dengan kartu-kartu plastik yang lain serta itu adalah kartu hutang, sedangkan ketika kita membawa koin emas dinar atau koin dirham perak, maka nilainya tetaplah riil alias nyata dan itu koin milik Anda sendiri.

 

Selamat Berbelanja Produktif dengan Dinar dan Dirham!

Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology Inc.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas). Pertanyaan kirim ke email : uang@rol.republika.co.id  SMS 0815 1999 4916.

 

Anda tertarik mempelajari penggabungan ilmu motivasi dan financial planning ?

Silahkan Buka www.P3KCheckUp.com atau Sms ke No 0815 1999 4916 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Hari ‘Soul’ Putra (Finansial Motivator, Managing Director WF 19 Technology Inc., Ketua Gerakan Indonesia EMAS 2029, Penulis Buku Laris WealthFlow 19 – Rahasia tentang Uang, Kekayaaan dan Kesejahteraan, Penerbit Gramedia)

 

1 OUTCOME, 9 INCOME = SUPER WEALTHY PERSON

 

Untuk Informasi Ceramah, Training, Workshop dan pemesanan buku bisa menghubungi :

Sms            : 0815 1999 4916 

Twitter        : twitter.com/h4r1soulputra

http://id.linkedin.com/pub/hari-soul-putra/67/71b/20a/

Website      : www.p3kcheckup.com

 

WealthFlow 19 Technology Inc., Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas)

 

Offfice: Jl. Raya Pasar Ahad No. 4 Triloka 1 Blok N 1 Pancoran Jaksel 12780   Phone (62-21) 70 380 692 Fax (62-21) 70 380 692

 

Copyright © 2021 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved