RSS Feed
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PEMBICARA - PENULIS - PERENCANA KEUANGAN
Artikel Terbaru
Arsip
21 step's to be real entrepreneur

New Release Book

DARI PRAKTISI P3K
image

Hari 'Soul' Putra

Financial Motivator


Penemu The Supreme Learning Program
Statistik Pengunjung

image

 

 

 

 

 

FB Motivasi Keuangan

 

WealthFlow 19 & Business Advisory
Mau Nambah Passive Income
Bimbel Bisnis Online
Media Strategic Partner
Radio Internet

Mimpi Keuangan

image

‘Buatlah mimpi keuangan pribadimu, berawal dari Infrastruktur Rumah Keuangan, sebelum Membangun Rumah Keuangan Bangsamu’ (Hari ‘Soul’ Putra)

 

Dalam sebuah sesi pelatihan Solusi Keuangan, saya membuat dua buah lingkaran, yang satu bernama lingkaran kebutuhan, di sebrangnya ada lingkaran pendapatan. 


Pada lingkaran kebutuhan, saya bertanya pada audiens,  “Bapak Ibu yang berbahagia, kira-kira apa yang menjadi kebutuhan Anda?

Seorang ibu menjawab, rumah pak, karena hari ini saya dan suami masih mengontrak.


Di pojok ruang pelatihan itu, seorang bapak menjawab, mobil pak, karena saya hari ini baru memiliki motor, tidak enak ketika panas terik matahari, kepanasan, ketika hujan deras, kedinginan.

 

Tetapi seorang anak muda, yang baru mengikuti progam Management Trainee , menjawab, I-Pad pak, karena teman-teman saya yang sudah senior, sudah biasa berkomunikasi dengan gadget terbaru.

 

Sahabat Heart of Jakarta, jika pertanyaan ini saya tanyakan kepada Anda, tentu jawabannya akan lebih kurang sama.  Tergantung dari kebutuhan dan keinginan Anda saat ini.

 

Sekarang kita beralih ke lingkaran ke dua, dimana lingkaran ini adalah lingkaran pendapatan. 

 

Pertanyaannya, berapa pendapatan Anda hari ini?

Apakah hanya mengandalkan single income (satu pendapatan), ataukah double income (pendapatan ganda).

 

Pada banyak karyawan yang saya temui, rata-rata hanya mengandalkan satu pendapatan dari gaji bulanan, plus lembur dan bonus atau THR (Tunjangan Hari Raya) dan Tunjangan Tahunan.

Beberapa yang sudah memiliki posisi mapan disebuah perusahaan, untuk bisa memenuhi lingkaran keinginan dan kebutuhannya tidak menjadi masalah.

 

Tetapi bagaimana dengan karyawan yang memiliki pendapatan pas-pasan?

Yang istilah saya aktivis 9 P (Pergi Pagi Pulang Petang Pendapatan Pas-pasan Potong Pinjaman Pingsan)

 

Yang ada, mereka mengabaikan mimpi keinginan dan kebutuhannya atau pada sebagian yang lain, bertahap untuk mulai menabung dan berinvestasi secara cerdas dan bijaksana.

Sementara yang sudah sedikit melek finansial, walau membutuhkan waktu yang tidak sebentar, paling tidak mereka sudah bisa menjalani proses dari sebagian mimpi-mimpi keuangannya.

 

Persoalannya kemudian, bagaimana lingkaran keinginan dan

kebutuhan ini? Apakah bersifat tetap dan kita bisa membesarkan lingkaran pendapatan kita, minimal menyeimbangkan antara keinginan dan kebutuhan dan pendapatan.

Ataukah lingkaran pendapatan semakin mengecil, sementara lingkaran keinginan dan kebutuhan semakin membesar.

 

Mari kita bahas satu persatu.

Keinginan adalah cetusan rasa akibat pengaruh diri, keluarga dan lingkungan yang ada disekitar kita.  misal, ketika kita melihat ada teman punya HP baru, timbul rasa ingin memiliki HP tersebut.

Tetapi jika kebutuhan, adalah apa yang menjadi kebutuhan esensi kita.  misal, jika tadi HP, apakah dengan teknologi super canggih, istilahnya smart phone , kita benar-benar membutuhkan untuk meningkatkan performa karir dan kerja kita ataukah sekedar untuk telephone dan sms?

Jika keinginan terus dipaksakan, maka yang terjadi adalah ketidakseimbangan hidup kita dan keluarga.

Dan jika kita lihat lebih dalam lagi, ternyata, gaya hidupnyalah yang membuat kita selalu kurang.  Semakin tinggi tingkat dan status sosial seseorang, kecenderungan yang terjadi di masyarakat, biasanya untuk memenuhi ‘keinginan lingkungan’ dan melakukan penyesuaian terhadap hal-hal baru di sekitarnya.

Jika dahulu hanya punya mobil sederhana, dengan meningkatnya pendapatan, maka ada keinginan untuk mengganti dengan mobil mewah, walau dengan cara mencicil.

Jika dahulu makan hanya di lingkungan kantor atau usahanya, ketika sudah memiliki kenaikan pendapatan yang significance , maka berburu rasa lidah dari satu restoran ke restoran kelas atas lain menjadi rutinitas harian yang mengasyikkan. Begitupun dengan life style’s (gaya hidup-gaya hidup) yang lain.

 

Tidak salah jika kita memiliki itu semua, tetapi alangkah baiknya jika keinginan tersebut dibarengi dengan kebutuhan yang memang sangat-sangat diperlukan.

Fokus pada kebutuhan inilah yang seharusnya menjadi prioritas, bukan pada sekedar keinginan.

Pertanyaannya selanjutnya, ketika Sahabat Heart of Jakarta, sudah menjadikan lingkaran diri dan keluarganya adalah lingkaran kebutuhan, bagaimana dengan lingkaran pendapatannya?

Untuk menjawab itu, akan saya beri 3 tips :

1.    Naikkan pendapatan

Jika hari ini Anda menukarkan waktu Anda dengan kerja menjadi karyawan dengan pola single income , sekarang coba untuk mewujudkan mimpi-mimpi keuangan Anda dengan mencari alternatif penghasilan tambahan.

Coba dilihat dari diri Anda, apakah selama perjalanan hidup Anda dari TK-PT (Perguruan TInggi), hobi, keterampilan apa yang bisa Anda jadikan ide untuk menghasilkan uang?

Paling tidak ada beberapa cara untuk mendapatkan pendapatan tambahan, antara lain : menjadi karyawan paruh waktu, menjual barang dan jasa, menjual keahlian, membuka usaha sendiri, menjalankan usaha network marketing, ikut investasi bagi hasil atau melakukan investasi pendapatan tetap, melakukan jual beli produk keuangan dan lain-lain.

Kata kuncinya adalah mencari waktu disela-sela Anda sebagai karyawan, misal dihari libur kerja atau malam hari selepas kerja dan mengasah modal yang sudah ada pada diri Anda, yakni modal spiritual, sosial, personal ataupun modal finansial.

2.    Turunkan gaya hidup sesuai kebutuhan

Jika kita sepakat bahwa hidup kita tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga masa depan, maka cara bijak menjalani proses untuk mewujudkan mimpi keuangan Anda adalah dengan menurunkan standar gaya hidup kita sesuai dengan kebutuhan, tanpa harus kehilangan harga diri kita.

Misal, bagi karyawan yang terbiasa untuk makan di luar, cobalah untuk mengurangi secara bertahap ketika makan siang.  Lalu mulai untuk membawa bekal makanan dari rumah, selain bisa menghargai masakan isteri Anda, juga secara kesehatan, Anda tahu persis bahwa yang Anda makan itu adalah masakan sehat.

3.    Seimbangkan hutang konsumtif

Jika hari ini Anda berhutang, entah lewat kartu kredit, kredit tanpa agunan dan kredit-kredit yang lain, alangkah bijaknya jika hari ini Anda membuat list /daftar dari hutang-hutang tersebut.

Apakah hutang itu termasuk hutang konsumtif, artinya hutang yang tidak memberikan pendapatan, ataukah hutang produktif, hutang yang memberikan pendapatan.

Misal seperti laptop, jika hanya untuk bermain games atau kesenangan semata atau sebatas mengerjakan tugas-tugas yang tidak menghasilkan pendapatan, sebaiknya Anda tinjau kembali untuk memiliki dan menggunakannya.

Tetapi, misal dengan laptop tersebut Anda bisa berbisnis online, atau dengan laptop tersebut menjadi sarana presentasi pelatihan yang Anda jalankan, atau bisa menulis buku untuk nantinya bisa diterbitkan dan menghasilkan uang, berarti investasi Anda dengan berhutang produktif, layak untuk dilanjutkan.

  

Selamat Menjalani Mimpi Keuangan Anda Sahabat Heart of Jakarta!

 

Anda tertarik mempelajari penggabungan ilmu motivasi dan financial planning ?

Silahkan sms ke no 0815 1999 4916 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Hari ‘Soul’ Putra (Finansial Motivator, Ketua Gerakan Indonesia EMAS 2029, Penulis Buku Laris WealthFlow 19 – Rahasia tentang Uang, Kekayaaan dan Kesejahteraan, Penerbit Gramedia, 2012)

 

Untuk Informasi Ceramah, Training, Workshop dan pemesanan buku bisa menghubungi :

Sms                            : 0815 1999 4916 

Twitter                       : twitter.com/h4r1soulputra

Website                     : www.p3kcheckup.com

 

WealthFlow 19 Technology Inc., Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas)

Copyright © 2018 - 2009 SMCorp. · All Rights Reserved